klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Diuji Tim Asesor UNESCO, Geopark Bojonegoro Selangkah Lagi Sandang Status Kelas Dunia

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
Kedatangan tim asesor disambut langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah di Gedung Putih Pemkab Bojonegoro
Kedatangan tim asesor disambut langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah di Gedung Putih Pemkab Bojonegoro

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Penantian panjang Geopark Bojonegoro menuju pengakuan dunia akhirnya memasuki fase penentuan. Tim asesor UNESCO resmi memulai validasi lapangan selama lima hari, 27–31 Juli 2026, untuk menilai kesiapan Bojonegoro menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp).

Kedatangan tim asesor disambut langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah di Gedung Putih Pemkab Bojonegoro. Momen tersebut menjadi langkah krusial dalam menentukan apakah Geopark Bojonegoro layak menyandang predikat geopark kelas dunia.


Selama proses validasi, tim UNESCO akan mengunjungi sejumlah geosite dan destinasi pendukung untuk memastikan seluruh aspek pengelolaan geopark telah memenuhi standar internasional.


Bupati Setyo Wahono menegaskan, Bojonegoro memiliki kekayaan geologi yang menjadi keunggulan tersendiri. Menurutnya, wilayah yang dahulu merupakan kawasan laut dan berada di bentang Pegunungan Kendeng menyimpan sejarah geologi yang tidak dimiliki banyak daerah lain.


"Potensi geologi Bojonegoro sangat luar biasa. Kami berharap hasil validasi ini membawa Bojonegoro menjadi salah satu UNESCO Global Geopark yang diakui dunia," ujarnya. Selasa (28/7/2026).


Sebagai calon UNESCO Global Geopark, Bojonegoro mengusung tema "The Unique Petroleum System on Land", yang mengangkat keunikan sistem minyak bumi di daratan. Konsep tersebut memadukan sejarah perminyakan, kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, hingga budaya lokal sebagai identitas kawasan.


Namun, penilaian UNESCO tidak hanya bertumpu pada warisan geologi. Tim asesor juga mengevaluasi tata kelola kawasan, upaya konservasi, pendidikan, pelibatan masyarakat, pelestarian budaya, hingga pengembangan ekonomi berkelanjutan yang dijalankan pemerintah daerah bersama masyarakat.


Geopark Bojonegoro sendiri dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang menghubungkan geodiversitas, biodiversitas, dan keragaman budaya. Selain menjaga warisan bumi, kawasan ini diarahkan menjadi pusat edukasi, penelitian, pengembangan geowisata, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.


Apabila lolos dalam proses validasi ini, status UNESCO Global Geopark diyakini akan menjadi lompatan besar bagi Bojonegoro. Tak hanya mengangkat nama daerah di panggung internasional, pengakuan tersebut juga diproyeksikan mampu meningkatkan sektor pariwisata, menarik investasi, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang berkelanjutan.

Editor :