klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kreatif Kampanyekan #Cari_Aman, Konten Duta Keselamatan Berkendara Astra Honda Tembus 4,8 Juta Views

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Lewat ajang Safety Riding Camp (SRC) 2026 yang diinisiasi Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM), para duta keselamatan berkendara sukses meraup 4,8 juta views melalui 247 konten edukatif di medsos.
Lewat ajang Safety Riding Camp (SRC) 2026 yang diinisiasi Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM), para duta keselamatan berkendara sukses meraup 4,8 juta views melalui 247 konten edukatif di medsos.

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Konsistensi dan kreativitas dalam mengemas ide menjadi kunci sukses bagi para duta keselamatan berkendara Astra Honda. Ketekunan mereka dalam mengampanyekan pesan safety riding secara masif berhasil menarik perhatian publik, dengan torehan mencapai 4,8 juta views di berbagai platform media sosial dari masyarakat di seluruh Indonesia.

Capaian jutaan views tersebut lahir dari 247 konten edukatif yang diproduksi oleh para duta keselamatan berkendara dalam rangkaian ajang Safety Riding Camp (SRC) 2026. Program besutan Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) ini diikuti oleh 128 duta terbaik hasil seleksi regional yang telah bergulir sejak April 2026 lalu. Sementara itu, puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Juli 2026 di Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center Deltamas, Bekasi, Jawa Barat.

Saat ini, sebanyak 53 duta keselamatan berkendara terbaik tengah menjalani pembekalan intensif sebelum disaring kembali menjadi 36 peserta terpilih untuk melaju ke babak Final Safety Riding Camp 2026. Para finalis ini terdiri atas siswa dan guru SMA/sederajat dari enam Safety Riding Lab Astra Honda, sembilan mahasiswa dari dua perguruan tinggi, serta delapan guru PAUD dari wilayah Medan, Yogyakarta, dan Karawang.

Salah satu sekolah yang sukses menempatkan wakilnya di babak final adalah SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kabupaten Malang. Sebanyak empat siswa dari sekolah tersebut berhasil lolos sebagai finalis setelah melewati ketatnya seleksi regional, sekaligus membuktikan komitmen kuat sekolah dalam menanamkan budaya keselamatan berkendara bagi peserta didik.

Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, menjelaskan bahwa Safety Riding Camp merupakan bentuk kolaborasi nyata dengan dunia pendidikan untuk memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan. Menurutnya, kekuatan media sosial yang dikombinasikan dengan kreativitas anak muda terbukti mampu memperluas jangkauan kampanye keselamatan berkendara.

"Kami melihat generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan berkendara. Dengan semangat Sinergi Bagi Negeri pada gelaran SRC 2026, kami tidak hanya mencari duta keselamatan terbaik, tetapi juga memperkuat kompetensi mereka agar mampu menyampaikan pesan keselamatan berkendara secara kreatif, efektif, dan menjangkau lebih banyak masyarakat," ujar pria yang akrab disapa Muhib tersebut.

Apresiasi senada juga diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen atas keberhasilan empat anak didiknya yang berhasil menembus fase final.

"Keberhasilan empat siswa kami menjadi finalis Safety Riding Camp 2026 merupakan kebanggaan bagi sekolah. Kami berharap mereka dapat menjadi teladan dan menginspirasi generasi muda lainnya untuk membangun budaya keselamatan berkendara melalui semangat #Cari_Aman," tuturnya.

Di babak final SRC 2026 nanti, seluruh peserta akan diuji melalui berbagai tantangan komprehensif. Mulai dari pemahaman teori keselamatan berkendara, keterampilan berkendara praktis, simulasi menggunakan Honda Riding Trainer (HRT), hingga kemampuan mengedukasi yang dinilai langsung oleh Astra Honda License Instructor (AHLI).

Lewat payung Sinergi Bagi Negeri, Yayasan AHM berkomitmen penuh untuk terus memperluas dampak edukasi keselamatan berkendara di tanah air. Sinergi berkelanjutan bersama dunia pendidikan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya berkendara yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda secara jangka panjang.

Editor :