klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Wagub Emil: Madura Siap Cetak SDM Kesehatan Unggul Masa Depan

avatar Muhammad Nurkholis
  • URL berhasil dicopy
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Launching Fakultas Kedokteran sekaligus Pembukaan Dies Natalis ke-25 Universitas Trunojoyo Madura
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Launching Fakultas Kedokteran sekaligus Pembukaan Dies Natalis ke-25 Universitas Trunojoyo Madura

KLIKJATIM.Com | Bangkalan - Peluncuran Fakultas Kedokteran Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menjadi tonggak sejarah baru bagi pengembangan pendidikan tinggi dan sektor kesehatan di Pulau Madura. Kehadiran fakultas kedokteran pertama di Madura tersebut dinilai sebagai bukti kesiapan Madura mencetak sumber daya manusia (SDM) kesehatan unggul yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan kesehatan hingga wilayah kepulauan.

 

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Launching Fakultas Kedokteran sekaligus Pembukaan Dies Natalis ke-25 Universitas Trunojoyo Madura di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer UTM, Bangkalan, Jumat (13/6).

 

Menurut Emil, kehadiran Fakultas Kedokteran UTM memiliki makna strategis yang jauh melampaui bertambahnya program studi atau jumlah calon dokter yang akan dilahirkan. Lebih dari itu, momentum ini menunjukkan bahwa Madura telah memasuki fase baru pembangunan berbasis penguatan kualitas sumber daya manusia.

 

"Hari ini bukan sekadar tentang fakultas kedokteran pertama di Madura atau berapa banyak dokter yang akan dicetak. Ini adalah jawaban atas potensi Madura yang sesungguhnya. Hari ini Madura dapat mengatakan bahwa dirinya siap menjadi pulau yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul untuk masa depan," ujar Emil.

 

Emil menyebut kehadiran Fakultas Kedokteran menjadi tonggak penting yang menandai kematangan ekosistem pendidikan tinggi di Madura. Ia mengingatkan bahwa ketika UTM didirikan 25 tahun lalu, kampus tersebut lahir dari harapan masyarakat agar empat kabupaten di Madura memiliki pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang mampu menjawab tantangan masa depan.

 

"Seperempat abad lalu UTM berdiri sebagai harapan bagi masyarakat Madura. Hari ini, setelah 25 tahun, kampus ini membuktikan mampu melahirkan Fakultas Kedokteran. Ini adalah capaian yang tidak mudah dan patut dibanggakan," katanya.

 

Lebih lanjut Emil menegaskan bahwa pembangunan daerah pada akhirnya bertumpu pada kualitas manusianya. Karena itu, investasi di bidang pendidikan, khususnya pendidikan tenaga kesehatan, menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

 

"Kehadiran Fakultas Kedokteran ini merupakan tonggak penting, tidak hanya bagi Universitas Trunojoyo Madura, tetapi juga bagi upaya kita bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang unggul dan berkualitas untuk masa depan," tegasnya.

 

Ia berharap Fakultas Kedokteran UTM tidak hanya menjadi tempat belajar bagi putra-putri Madura, tetapi juga menarik mahasiswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, keberagaman mahasiswa akan memperkaya pengalaman akademik sekaligus memperkuat kualitas pendidikan yang dibangun kampus.

 

Pada saat yang sama, Emil menaruh harapan besar agar lulusan Fakultas Kedokteran UTM memiliki semangat pengabdian yang kuat terhadap masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil dan kepulauan Madura.

 

"Kita ingin melahirkan dokter-dokter yang mencintai wilayah Madura hingga ke pelosok kepulauan, yang siap menjadi generasi penerus dan mengabdi di garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat," ujarnya.

 

Menurut Emil, kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan masih menjadi tantangan yang harus terus dijawab bersama. Ia mencontohkan Program Layanan Kesehatan Bergerak yang baru-baru ini diberangkatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke Pulau Sepudi, setelah sebelumnya menjangkau Masalembu dan Raas, dengan melibatkan dokter spesialis serta tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan intensif kepada masyarakat.

 

"Bayangkan ketika Fakultas Kedokteran ini berkembang. Akan semakin banyak tenaga kesehatan terbaik yang lahir dari kampus ini dan mengabdi kepada masyarakat hingga wilayah kepulauan," katanya.

 

Karena itu, Emil menegaskan bahwa keberadaan Fakultas Kedokteran UTM merupakan bagian dari transformasi besar yang diharapkan masyarakat Madura, yakni menghadirkan kemajuan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.

 

Pada kesempatan tersebut, Emil juga menyampaikan apresiasi atas perjalanan UTM yang kini memasuki usia ke-25 tahun. Menurutnya, selama seperempat abad terakhir, UTM telah menunjukkan perkembangan signifikan dan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus penggerak kemajuan masyarakat Madura.

 

Dari kampus yang lahir dari aspirasi masyarakat Madura, lanjut Emil, UTM kini berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. Peluncuran Fakultas Kedokteran menjadi bukti komitmen kampus dalam menjawab kebutuhan zaman sekaligus memperluas manfaat kehadirannya bagi masyarakat.

 

Momentum Dies Natalis ke-25, kata Emil, menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi atas capaian yang telah diraih sekaligus meneguhkan langkah menuju masa depan yang lebih maju. Ia berharap UTM terus memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat agar mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.

 

"Seperempat abad merupakan perjalanan yang penuh makna. Saya optimistis Universitas Trunojoyo Madura akan terus berkembang menjadi kampus yang unggul, berdampak, dan semakin berkontribusi bagi kemajuan Madura, Jawa Timur, dan Indonesia," tuturnya.

 

Wagub Emil juga kembali menegaskan bahwa kehadiran Fakultas Kedokteran pertama di Madura menjadi kabar membahagiakan bagi seluruh masyarakat Madura. Ia juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak, termasuk dukungan rumah sakit pendidikan di Pamekasan yang akan memperkuat proses pendidikan calon dokter di UTM.

 

"Kehadiran Fakultas Kedokteran ini secara fisik berada di Bangkalan, tetapi dampaknya akan menjangkau seluruh Madura hingga wilayah kepulauan. Ini menjadi penyemangat bagi transformasi sumber daya manusia yang selama ini didambakan masyarakat di empat kabupaten di Madura," ujarnya.

 

Emil menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus bersinergi dan memberikan dukungan terhadap pengembangan Fakultas Kedokteran UTM agar mampu tumbuh menjadi institusi pendidikan kesehatan yang unggul dan berdampak luas bagi masyarakat.

Editor :