klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Nasabah Amartha Sumenep Keluhkan Tunggakan Muncul Meski Angsuran Diklaim Sudah Dibayar

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
Kantor Amartha cabang Sumenep di kawasan Perumahan Satelit, Kelurahan Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. (M.Hendra.E/Klikjatim.Com)
Kantor Amartha cabang Sumenep di kawasan Perumahan Satelit, Kelurahan Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. (M.Hendra.E/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Sejumlah nasabah PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) cabang Sumenep mengeluhkan munculnya tunggakan angsuran dalam aplikasi perusahaan meski pembayaran cicilan disebut telah dilakukan kepada petugas lapangan.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah nasabah yang mengaku baru mengetahui adanya selisih pembayaran setelah memeriksa data pada aplikasi. Padahal, mereka mengklaim telah membayar angsuran sesuai jadwal yang ditentukan.

Salah satu nasabah berinisial TR mengatakan persoalan itu mulai ramai dibicarakan setelah adanya aksi protes dari sejumlah nasabah beberapa waktu lalu.

“Setelah kejadian unjuk rasa oleh nasabah, malah semakin ditagih oleh anak buahnya. Untuk saudara A juga kami tidak tahu seperti apa kabarnya sekarang,” ujar TR kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Menurut TR, para nasabah telah menyampaikan keberatan kepada pihak manajemen cabang. Namun, penjelasan yang diterima dinilai belum menjawab persoalan utama terkait penyebab pembayaran yang sudah dilakukan belum tercatat secara normal dalam sistem aplikasi.

Kondisi tersebut memunculkan keresahan di kalangan nasabah karena notifikasi tunggakan masih muncul meski mereka merasa kewajiban pembayaran telah dipenuhi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, struktur manajemen cabang Sumenep dipimpin oleh Rino selaku Business Manager (BM), sementara posisi atasan manajer dipegang Dimas Fikri.

TR menyebut pihak cabang sempat menjelaskan kemungkinan adanya kendala teknis pada sistem aplikasi.

“Mereka menyampaikan pembayaran sebenarnya sudah ditransaksikan, kemungkinan ada error aplikasi. Tapi ketika kami meminta bukti data langsung dari kantor, alasannya sistem sedang bermasalah,” katanya.

Saat dikonfirmasi terpisah, Dimas Fikri memilih mengarahkan pertanyaan kepada pimpinan cabang.

“Saya arahkan ke pimpinan cabangnya ya,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Rino membenarkan adanya perbedaan pemahaman antara nasabah dan petugas lapangan terkait status pembayaran. Namun, ia memastikan persoalan tersebut sedang ditangani dan sebagian data pembayaran telah kembali normal.

“Sudah dinormalkan. Memang ada kekurangan pembayaran dari beberapa nasabah,” kata Rino.

Ia mengaku pihak cabang telah melakukan pengecekan sekaligus pendampingan kepada nasabah yang terdampak.

“Saya juga sudah tindak lanjuti dan sebagian sudah kembali normal. Setiap hari kami melakukan kunjungan kepada nasabah terkait angsuran,” ujarnya.

Menurut Rino, investigasi internal masih berlangsung untuk memastikan seluruh data pembayaran sinkron dengan sistem perusahaan.

“Tapi dipastikan Minggu sudah selesai,” katanya.

Terkait dugaan adanya dana nasabah yang belum disetorkan, pihak manajemen membantah tudingan tersebut. Rino menjelaskan kendala terjadi akibat adanya transaksi yang masih berstatus pending di aplikasi.

“Ada transaksi yang tertunda di sistem sehingga belum langsung terinput, meskipun dana sebenarnya sudah masuk,” jelasnya.

Ia juga memastikan tidak ada dana nasabah yang disalahgunakan oleh petugas lapangan.

“Kalau ada anggapan uang yang disetor ke petugas belum masuk perusahaan, itu tidak benar. Semua sudah tercatat dan bisa dicek langsung oleh nasabah maupun ketua kelompok,” tegasnya.

Sebagai informasi, Amartha merupakan perusahaan teknologi finansial berbasis peer-to-peer lending yang menyalurkan pembiayaan kepada pelaku UMKM, khususnya perempuan di wilayah pedesaan. Perusahaan tersebut telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Editor :