klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dihantam Ombak, Pemancing Jember Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan Pantai Payangan

avatar Abdus Syukur
  • URL berhasil dicopy
Tim SAR gabungan menemukan pemancing korban tenggelam akibat tergulung ombak dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Payangan, Kabupaten Jember
Tim SAR gabungan menemukan pemancing korban tenggelam akibat tergulung ombak dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Payangan, Kabupaten Jember

KLIKJATIM.Com | Jember -  Tim SAR gabungan menemukan pemancing korban tenggelam akibat tergulung ombak dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Payangan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu.

Seorang pemancing bernama Moh Ali Makrus (33) warga Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember hilang terseret ombak saat memancing bersama dua rekannya di belakang Teluk Love, Pantai Payangan Jember pada Selasa (28/4).

"Korban hilang yang terseret ombak ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah lima hari pencarian," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo di kabupaten setempat.

Menurut dia, korban bersama dua orang temannya memancing di belakang bukit Teluk Love Pantai Payangan dan temannya mengajak melompat untuk meninggalkan tempat tersebut karena ombaknya mulai besar.

"Korban tidak sempat meninggalkan tempat tersebut lalu dihantam ombak dari belakang jatuh ke depan dan sempat ditolong oleh temannya, namun ombaknya terlalu besar, sehingga korban hanyut terbawa ombak," tuturnya.

Pihak BPBD Jember berkoordinasi dengan Basarnas Pos Jember untuk melakukan pencarian yang dibagi menjadi dua tim sejak korban dinyatakan hilang tergulung ombak laut selatan.

Tim pertama melakukan pencarian dengan penyisiran laut menggunakan Perahu LCR Basarnas sepanjang Pantai Papuma, Watu ulo dan Payangan .

Kemudian tim kedua melakukan pencarian dengan penyisiran laut menggunakan perahu LCR BPBD sepanjang Pantai Papuma, Watu ulo dan Payangan.

"Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak sekitar 200 meter dari titik korban jatuh/hilang," katanya.

Tim SAR kemudian mengevakuasi dengan menggunakan perahu LCR BPBD dan Basarnas, korban tersangkut di batu karang, selanjutnya korban dibawa menuju ke Puskesmas Ambulu dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Edy menjelaskan Tim SAR sempat mengalami kendala tingginya ombak pantai selama melakukan pencarian korban hilang tersebut.

"Dengan ditemukan korban pada hari kelima pencarian, maka operasi SAR Payangan resmi untuk ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih," katanya.

Editor :