KLIKJATIM.Com | Gresik — Tracing terhadap klaster Sampoerna di Gresik terus dilakukan. Hingga saat ini hasilnya ditemukan ada penambahan dari sebelumnya 189 karyawan menjadi 217 orang, yang tinggal di Gresik.
Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Gresik, drg. Saifudin Ghozali mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan rapid tes terhadap semua karyawan tersebut. Dan hasilnya sebanyak 36 orang dinyatakan reaktif.
"Rapid tes telah dilakukan sejak Juma't kemarin. Untuk yang reaktif sudah kita lakukan swab, tinggal menunggu hasilnya, mudah-mudahan negatif," terangnya kepada klikjatim.com (12/5/2020).
[irp]
Mereka yang hasilnya reaktif sebagian diisolasi oleh pihak perusahaan Sampoerna. Sebagian lagi isolasi mandiri di rumah masing-masing, dengan diberi tanda banner tuliskan bahwa penghuninya sedang dalam isolasi. Tujuannya agar warga sekitar dapat menjaga jarak interaksi.
Dijelaskan, selama masa isolasi semua kebutuhan akan dipenuhi Pemerintah Desa (Pemdes) masing-masing. "Semua telah kita tangani dengan standar prosedur penanganan Covid-19, besok akan kami sampaikan detail perihal perkembangan kluster Sampoerna di Gresik," sambungnya.
[irp]
Terpisah, Camat Balongpanggang, M. Jusuf Anshori mengakui adanya penambahan jumlah pekerja Sampoerna yang ditemukan di wilayahnya. Kini jumlahnya menjadi 88 orang.
"Ada penambahan 8 orang, 60 orang diisolasi di Surabaya, 28 lainnya isolasi mandiri di rumah. Mereka juga sudah menjalani rapid tes di Puskesmas Dapet dan Balongpanggang," ujarnya singkat. (nul)
Editor : Abdul Aziz Qomar