klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Penertiban Besar-besaran di Driyorejo Gresik, 43 Bangunan Liar di Sempadan Saluran Air Dibongkar Satpol PP

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Proses penggusuran lapak-lapak pedagang di Dusun Semambung, Driyorejo, Kabupaten Gresik (Dok)
Proses penggusuran lapak-lapak pedagang di Dusun Semambung, Driyorejo, Kabupaten Gresik (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik melakukan penertiban terhadap puluhan bangunan liar di Dusun Semambung, Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Rabu (8/4/2026). Sebanyak 43 lapak pedagang dan tempat usaha yang berdiri di atas sempadan saluran air dibongkar karena melanggar peraturan dan dinilai berpotensi menyebabkan banjir.

Kepala Satpol PP Kabupaten Gresik, Agustin Halomoan Sinaga, menegaskan bahwa penertiban ini merupakan bagian dari upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) sekaligus menjaga fungsi saluran air agar tetap optimal.

“Bangunan tersebut berada di atas sempadan saluran air, sehingga melanggar aturan dan berpotensi menghambat aliran air. Ini bisa memicu genangan hingga banjir, sehingga harus ditertibkan,” ujarnya.

Penertiban ini mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Perda Nomor 2 Tahun 2022 tentang ketentraman dan ketertiban umum, Perda Nomor 14 Tahun 2018 tentang pemanfaatan tanah milik pemerintah daerah, serta Peraturan Bupati Gresik Nomor 96 Tahun 2022 terkait tata cara pemanfaatan tanah yang dikuasai pemerintah daerah.

Operasi gabungan tersebut melibatkan ratusan personel lintas instansi, mulai dari Satpol PP Provinsi Jawa Timur, DPUTR Kabupaten Gresik, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga unsur TNI dan Polri, serta pemerintah kecamatan dan desa setempat.

Kegiatan diawali sejak pagi hari dengan apel pasukan di lokasi. Selanjutnya, petugas melakukan pengosongan barang milik pedagang secara mandiri maupun dibantu tim gabungan. Setelah area steril, alat berat berupa ekskavator diterjunkan untuk merobohkan seluruh bangunan yang telah dikosongkan.

Penertiban berlangsung secara bertahap dari sisi timur hingga barat kawasan dan berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti. Seluruh rangkaian kegiatan juga dilaporkan berlangsung aman dan lancar.

“Ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban umum serta memastikan fungsi infrastruktur, khususnya saluran air, tetap berjalan dengan baik demi mencegah potensi bencana,” pungkasnya.

Editor :