KLIKJATIM.Com | Surabaya - Di tengah upaya Indonesia meningkatkan kualitas gizi dan menurunkan angka stunting akses terhadap pangan bergizi dan layanan kesehatan yang terjangkau masih menjadi tantangan penting. Menjawab kebutuhan tersebut, Cargill menjalankan berbagai program terintegrasi di Jawa Timur yang berfokus pada kesehatan masyarakat, akses air bersih, pemberdayaan perempuan, serta penguatan ekonomi lokal berkelanjutan.
Berdasarkan Resilient Food Systems Index (RFSI) dari Economist Impact yang didukung oleh Cargill, Indonesia berada di peringkat ke-29 dari 60 negara dengan skor 66,52. Hasil ini menunjukkan fondasi yang cukup kuat dalam keterjangkauan pangan dan akses nutrisi, namun masih terdapat tantangan pada aspek ketersediaan pangan dan ketahanan sistem pangan.
“Di Cargill, kami percaya bahwa akses terhadap gizi merupakan hal mendasar untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan membangun sistem pangan yang tangguh,” ujar Yusuf Ronzy, Director, Plant Management, Food Southeast Asia, Australia and New Zealand.
Menurutnya, penguatan sistem pangan membutuhkan kolaborasi di seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga konsumsi. Karena itu, Cargill menerjemahkan wawasan tersebut melalui program berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan akses terhadap edukasi dan layanan gizi, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Perkuat Pencegahan Stunting di Gresik
Di Kabupaten Gresik, Cargill mendukung program “Laskar Cegah Stunting” di Kecamatan Manyar melalui kolaborasi dengan otoritas kesehatan setempat, sekolah, organisasi masyarakat, dan pemerintah desa.
Program ini dijalankan di enam desa dengan fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam mencegah stunting melalui edukasi kesehatan ibu, pemberian ASI, gizi anak, dan perkembangan anak usia dini.
Kader kesehatan lokal mendapatkan pelatihan untuk mendukung edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga deteksi dini gangguan pertumbuhan. Program ini juga mencakup kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta kelas edukasi rutin bagi kelompok rentan, khususnya bayi dan anak yang berisiko mengalami stunting.
Selain itu, berbagai materi edukasi seperti flipchart gizi, video edukasi, dan materi komunikasi perubahan perilaku turut dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan pencegahan anemia pada remaja putri.
“Sebagai kader, kami mendapat banyak pengetahuan untuk membantu ibu-ibu lainnya. Kami juga ikut mendukung kelas menyusui, kegiatan parenting bersama Posyandu, hingga rembuk cegah stunting di desa,” ujar Hj. Nur Cholilah, Kader Laskar Cegah Stunting Desa Pegaden, Gresik.
Perluas Akses Kesehatan dan Gizi di Pasuruan
Di Kabupaten Pasuruan, Cargill menjalankan program yang berfokus pada akses layanan kesehatan, pemberian gizi tambahan, penyediaan air bersih, dan kesehatan preventif bagi masyarakat rentan.
Melalui kerja sama dengan puskesmas dan pemangku kepentingan desa, Cargill mendukung klinik kesehatan masyarakat di Desa Kepulungan dan Desa Ngerong. Klinik tersebut melayani ratusan warga setiap bulan dengan menyediakan konsultasi kesehatan, pemeriksaan medis, obat-obatan, vitamin, hingga rujukan lanjutan apabila diperlukan.
Program kesehatan dan gizi lainnya juga menyasar bayi, remaja, ibu hamil, dan lansia di berbagai dusun di Pasuruan. Hingga kini, program tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 440 anak dan lebih dari 400 lansia.
Dorong Edukasi Gizi dan Konsumsi Protein Lokal
Dalam rangka peringatan World Food Day dan World Egg Day, Cargill turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi protein dan gizi seimbang.
Melalui kegiatan tersebut, perusahaan mendistribusikan pangan kaya protein seperti telur, tempe, dan susu kedelai yang diproduksi UMKM lokal kepada lebih dari 1.000 penerima manfaat sepanjang 2025, termasuk bayi, ibu hamil, dan lansia.
Dukung Air Bersih dan UMKM Perempuan
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat, Cargill juga membangun tujuh sumur dalam (deep-well) di Pasuruan yang memberikan akses air bersih bagi lebih dari 10.000 warga.
Di sektor ekonomi, perusahaan menyediakan pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, pendampingan pengembangan produk, serta akses pasar bagi UMKM yang dipimpin perempuan.
“Bagi kami pelaku UMKM, dukungan Cargill dalam memfasilitasi pengurusan NIB, sertifikasi halal, SPP-IRT, pelatihan digital marketing, serta pengembangan kemasan sangat membantu,” kata Sudarti, Koordinator Griya UMKM Desa Ngerong, Pasuruan.
Ia menambahkan, usaha yang sebelumnya belum memiliki legalitas dan kemasan standar kini menjadi lebih siap bersaing dan berkembang.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Cargill menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan sistem pangan melalui peningkatan akses terhadap gizi, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi masyarakat. Dengan pengalaman global lebih dari 160 tahun, perusahaan terus berinvestasi dalam solusi yang mendukung ketahanan pangan, akses nutrisi, dan pembangunan pertanian berkelanjutan di berbagai negara.
Editor : Wahyudi