KLIKJATIM.Com | Sumenep - Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sumenep, Madura, masih berproses. Hingga awal April 2026, baru satu gerai yang dilaporkan selesai 100 persen.
Gerai yang telah rampung tersebut berada di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, Sumenep. Sementara lokasi lain masih menunjukkan progres yang bervariasi.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Masdawi, menekankan agar pengurus koperasi tidak menunggu bangunan berdiri sempurna untuk mulai menyusun arah usaha.
Ia mengingatkan pentingnya perencanaan bisnis sejak dini agar keberadaan KDMP tidak sekadar menjadi proyek fisik tanpa denyut aktivitas ekonomi.
"Pengurus harus sudah punya gambaran usaha sejak awal. Jangan sampai bangunan sudah jadi, tapi pengurus masih bingung menjalankan usahanya," tegas Masdawi, Minggu (5/4) sore.
Menurut politisi Partai Demokrat Sumenep itu, koperasi harus hadir dengan konsep yang matang. Ia juga mengingatkan agar operasional KDMP nantinya tidak berbenturan dengan pelaku usaha kecil yang lebih dulu tumbuh secara mandiri di tengah masyarakat.
"Harus ada perencanaan yang matang. Jangan sampai justru mematikan usaha masyarakat yang sudah berjalan," kata politisi Partai Demokrat Sumenep ini mengingatkan.
Di sisi lain, Kepala Bidang Perizinan, Kelembagaan, Pengawasan dan Pemeriksaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep, Hairil Iskandar, membenarkan capaian pembangunan tersebut.
Ia menyatakan laporan terakhir yang diterimanya memang menunjukkan baru satu gerai yang benar-benar selesai.
"Iya, yang sudah selesai baru satu gerai," jawabnya.
Untuk titik lainnya, pembangunan masih berlangsung di sejumlah lokasi. Dari total 146 titik yang tengah dikerjakan, progresnya tidak seragam, ada yang sudah memasuki tahap lanjutan, namun ada pula yang baru sebatas pengerjaan fondasi.
"Ada yang sudah berjalan, tapi tingkat pembangunannya berbeda-beda, bahkan ada yang masih tahap fondasi," paparnya.
Selain itu, terdapat 192 titik lahan yang dinyatakan siap untuk dibangun. Angka tersebut mencakup lokasi yang kini sedang dalam proses konstruksi.
Namun, dari total 334 desa dan kelurahan di Kabupaten Sumenep, masih tersisa 142 desa yang belum siap memulai pembangunan gerai KDMP.
Hairil mengatakan, bahwa pemerintah daerah hanya menjalankan fungsi monitoring. Sementara aspek teknis pembangunan hingga pengelolaan anggaran berada di tangan PT Agrinas yang menggandeng TNI dalam pelaksanaannya.
"Kami hanya menerima laporan. Untuk kendala teknis di lapangan, kami tidak mengetahui secara langsung," ungkapnya.
Editor : Wahyudi