klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Keliling Temui Para Janda, Begini Yang Dilakukan Ketua DPRD Pasuruan Sesungguhnya

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan menyerahkan bantuan kepada salah satu warga di Dusun Andong Utara, Desa Ngembal, Kecamatan Tutur. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan menyerahkan bantuan kepada salah satu warga di Dusun Andong Utara, Desa Ngembal, Kecamatan Tutur. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan mempunyai aktivitas lain di luar gedung wakil rakyat. Salah satunya adalah menemui para janda yang berada di pelosok desa.

Untuk menyalurkan kebiasaan itu, dia rela keliling antar kecamatan. Bahkan diakuinya, banyak cerita yang didapatkan setelah bersua dengan janda-janda desa.

"Ini kami sudah keliling di beberapa kecamatan. Ada banyak cerita dan kisah di baliknya,” ujar mas Dion---sapaan Sudiono Fauzan---kepada klikjatim.com, Senin (11/5/2020).

Aktivitas ini memang sekilas terdengar nyeleneh. Namun, sejatinya dia blusukan dan menemui para janda tersebut untuk memberikan santunan.

[irp]

Dan semua yang dilakukan itu sebagai bentuk komitmennya untuk membantu meringankan masyarakat miskin. Terutama mereka yang berstatus janda, hidup sebatang kara dan tidak memiliki penghasilan tetap.

"Ikhtiar ini akan kami lakukan secara berkelanjutan sampai akhir ramadan. Mudah-mudahan bantuan kami bisa meringankan beban saudara kita yang membutuhkan," tambah dia.

Menariknya lagi, kedatangan ketua dewan ini tidak sebatas menyerahkan bantuan. Tapi juga ikut buka bersama dengan warga yang diberikan bantuan. Dia ingin merasakan makan bersama masyarakat sambil mendengarkan aspirasi dan masukan dari bawah.

Sementara itu, seorang janda asal Dusun Andong Utara, Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Muli mengaku terharu sesaat setelah menerima bantuan sembako dari Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan. "Ya Allah terharu saya, (Ketua Dewan, red) mau datang ke rumah saya yang jelek ini," ujar Muli di hadapan mas Dion.

[irp]

Kondisi keuangannya saat ini memang sudah sangat susah. Apalagi seperti sekarang di tengah mewabahnya Covid-19. "Asal mau makan pohong (singkong) saja insya Allah aman dari Corona," katanya yang disertai canda tawa bersama.

Ibu lima anak ini mengaku, kesehariannya bekerja sebagai kuli di perhutani. Dia menjadi buruh menanam gandum dan pohon-pohon lainnya.

Selalu berangkat pagi ke hutan dan pulang siang hari. Upah yang didapatkan Rp 25 ribu untuk pekerjaan setengah hari. "Tapi sejak ada corona ini semuanya berubah. Orderan pekerjaan sudah sangat jarang sekali," imbuhnya. (nul)

Editor :