KLIKJATIM.Com | Magetan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Sirkuit Suryo Magetan sekaligus membuka ajang Gubernur Cup Jawa Timur Racing Series (JRS) Kejurprov 2026 di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Minggu (29/3).
Peresmian ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mencetak pembalap muda yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Khofifah, yang kemudian dilanjutkan dengan uji coba lintasan bersama para pembalap muda. Pada kesempatan tersebut, ia juga menetapkan nama lintasan balap ini sebagai Sirkuit Suryo Magetan.
Khofifah menyampaikan harapannya agar ajang ini menjadi momentum lahirnya pembalap berprestasi dari Jawa Timur. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk bertanding dengan semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
Penamaan “Suryo” sendiri diambil dari sosok Raden Mas Tumenggung Ario Suryo, yang merupakan Gubernur pertama Jawa Timur sekaligus Pahlawan Nasional. Nama tersebut diharapkan mampu menghadirkan nilai historis sekaligus menumbuhkan semangat kepahlawanan bagi generasi muda.
Menurut Khofifah, sirkuit ini tidak hanya berfungsi sebagai arena balap, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter dan prestasi. Ia berharap semangat perjuangan Ario Suryo dapat menginspirasi lahirnya pembalap-pembalap unggul dari Jawa Timur.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan olahraga otomotif, Pemprov Jawa Timur juga menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahap kedua sebesar Rp10 miliar. Sebelumnya, bantuan tahap pertama senilai Rp15 miliar telah diberikan pada tahun 2024, sehingga total dukungan pembangunan sirkuit mencapai Rp25 miliar.
Dengan kehadiran Sirkuit Suryo Magetan, pemerintah berharap fasilitas ini dapat menjadi pusat pembinaan olahraga otomotif yang representatif. Selain itu, keberadaannya juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas di sektor olahraga dan pariwisata.
Khofifah pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan sirkuit tersebut secara optimal. Ia menegaskan bahwa fasilitas ini merupakan milik bersama yang harus dirawat serta dimanfaatkan sebagai wadah pengembangan kemampuan, disiplin, dan semangat generasi muda.
“Dari Magetan, kita tunjukkan bahwa Jawa Timur mampu melahirkan talenta-talenta hebat yang bisa bersaing hingga tingkat dunia,” pungkasnya.
Editor : Abdul Aziz Qomar