klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kinerja Pemkab Gresik 2025 Solid, Pendapatan Nyaris Tembus Target dan Indikator Pembangunan Meningkat

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menandatangani LKPJ APBD 2025, bersama pimpinan DPRD Gresik (Qomar/Klikjatim.com)
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menandatangani LKPJ APBD 2025, bersama pimpinan DPRD Gresik (Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gresik, Senin (30/3/2026).

Gus Yani, sapaan akrabnya, menjelaskan, penyampaian LKPJ merupakan amanat peraturan perundang-undangan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepala daerah kepada DPRD atas penyelenggaraan pemerintahan selama satu tahun anggaran.

Dari sisi keuangan, kinerja Pemerintah Kabupaten Gresik tergolong baik. Target pendapatan daerah sebesar Rp3,86 triliun terealisasi Rp3,80 triliun atau mencapai 98,58 persen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat Rp1,47 triliun atau 94,08 persen dari target, sementara pendapatan transfer justru melampaui target dengan capaian 101,6 persen.

Adapun realisasi belanja daerah mencapai Rp3,44 triliun atau 87,33 persen. Rinciannya meliputi belanja operasi sebesar 90,01 persen, belanja modal 60,61 persen, belanja tidak terduga 3,14 persen, serta belanja transfer 96,78 persen.

Pada sektor pembiayaan, realisasi mencapai Rp89,07 miliar atau 108,53 persen dari target yang telah ditetapkan.

Selain aspek keuangan, Bupati juga memaparkan capaian pembangunan daerah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gresik tahun 2025 tercatat 79,69 dan sesuai target. Indeks Pembangunan Gender mencapai 92,01, sementara Indeks Kesalehan Sosial berada di angka 81,10—keduanya juga memenuhi target.

Di sektor ekonomi, pertumbuhan Gresik berada di angka 4,91 persen. Sejumlah indikator seperti kontribusi sektor manufaktur, rasio ekspor bersih, serta efisiensi investasi bahkan melampaui target yang direncanakan.

Untuk tata kelola pemerintahan, Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Gresik mencapai 88,01 dengan kategori A atau sangat baik, melampaui target yang ditetapkan.

Sementara itu, indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan tercatat 9,95 persen dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,47 persen, yang keduanya mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir.

Menurut Gus Yani, penurunan angka tersebut menjadi indikator penting meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Capaian tersebut, lanjutnya, sejalan dengan visi pembangunan Gresik 2025–2029, yakni mewujudkan daerah yang maju dan berkelanjutan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.

Mengakhiri penyampaiannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah.

Ia menegaskan, Gresik akan terus berbenah melalui semangat Nawakarsa Jilid II, dengan fokus menghadirkan kebijakan yang mampu menjawab persoalan masyarakat secara menyeluruh.

Editor :