klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ramai Permintaan Jatah Proyek Masker, Anggota Dewan Pasuruan Tantang Buka Data

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)
Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Beredarnya dugaan keterlibatan oknum anggota dewan Kabupaten Pasuruan dalam permintaan jatah proyek pengadaan 2,5 juta masker ditanggapi serius di internal. Bahkan anggota DPRD setempat menantang Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk membeberkan data yang disebut-sebut menyeret nama beberapa wakil rakyat.

"Kami ingin tahu apa benar kami minta jatah. Demi Allah untuk proyek (pengadaan masker, red) kami tidak pernah main-main. Jadi tolong persoalan ini harus diklirkan," kata Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono dengan nada keras dalam rapat Pansus Covid-19 di Gedung Parlemen, Sabtu (9/5/2020) malam.

Anggota komisi I ini juga meminta dinas terkait untuk memberikan klarifikasi atas kemunculan namanya dalam daftar pembuat masker. Padahal, dirinya mengaku tidak pernah memfasilitasi atau intervensi dinas untuk mendapatkan jatah proyek tersebut.

[irp]

"Saya sempat ditelepon sama salah satu IKM asal Grati soal pengadaan masker. Namun saya sarankan yang bersangkutan langsung ke dinas. Saya hanya sebatas memberikan informasi itu saja," jelas politisi PKB ini.

Menurutnya, kemunculan dugaan ploting nama-nama anggota dewan di proyek pengadaan 2,5 juta masker sangat mencoreng lembaga legislatif. Untuk itu, dinas terkait harus berani membuka data yang sebenarnya.

"Mumpung ada teman-teman media biar jelas. Karena ini menyangkut nama baik, nama kita yang ada di parlemen karena dituduh kongkalikong soal pengadaan masker ini," terangnya.

[irp]

Permintaan sama juga dikatakan oleh Ilyas. Wakil Rakyat dari Fraksi Gerindra itu mendesak dinas terkait untuk mengklarifikasi kemunculan beberapa nama anggota dewan di proyek pengadaan masker.

"Dinas terkait harus beberkan ke media data penerima pembuat masker. Sebab info yang muncul ada beberapa pihak, baik itu dari dewan, LSM dan wartawan mendapat proyek tersebut. Saya minta dinas terkait memberikan klarifikasi soal ini, munculnya nama-nama dewan di plotingan proyek pengadaan masker sangat menyakiti hati kami. Padahal niat kami jelas-jelas ingin mensejahterakan rakyat," tandasnya.

Sementara itu, Kadisperindag Kabupaten Pasuruan, Edy Suwanto mengklaim proses pengadaan 2,5 juta masker sudah sesuai aturan yang berlaku. "Kami tidak main-main di proyek ini. Saya bersama staf tidak pernah menyatakan yang disampikan teman-teman dewan," kata Edy menanggapi permintaan membuka data soal pengadaan masker.

[irp]

Ada 467 UKM yang mendapat pekerjaan ini. "Silahkan dikroscek sendiri, apakah ada nama-nama anggota dewan yang menerima," ujarnya sambil menyerahkan data.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pasuruan, Khasani menilai wajar ketika ada anggota dewan yang menghubungi untuk sekedar bertanya. "Apalagi proyek tersebut bertujuan meningkatkan perekonomian UKM di tengah pandemi. Pastinya mereka (para UKM) bertanya ke teman-teman dewan," imbuhnya.

Adapun diketahui sesuai informasi yang dihimpun terkait data ploting proyek pengadaan masker, telah beredar sejumlah nama mulai pejabat beserta anggota dewan, LSM dan wartawan. Untuk dugaan oknum anggota dewan yang terlibat dalam pusaran jatah proyek tersebut antara lain berinisial S, R, I, N, E dan G. (nul)

Editor :