klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tetap Setia pada Tradisi: Ribuan Warga Rela Diguyur Hujan Demi Berziarah ke Asta Tinggi

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
RELIGI : Kendaraan peziarah terparkir di kawasan Asta Tinggi Sumenep saat hujan mengguyur, menandai tingginya kunjungan H+3 Lebaran. (doc. M.Hendra.E/Klikjatim.Com)
RELIGI : Kendaraan peziarah terparkir di kawasan Asta Tinggi Sumenep saat hujan mengguyur, menandai tingginya kunjungan H+3 Lebaran. (doc. M.Hendra.E/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Cuaca mendung yang menyelimuti wilayah Sumenep pada H+3 Lebaran tidak menghalangi langkah ribuan peziarah untuk memadati kompleks makam raja-raja Madura. Memasuki hari ketiga setelah perayaan Idulfitri 2026, kawasan wisata religi Asta Tinggi di Kabupaten Sumenep terpantau masih dipenuhi arus pengunjung dari berbagai penjuru daerah.

Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur sejak pagi hari, Senin (23/3), nyatanya tidak mampu meredam semangat masyarakat. Para peziarah terlihat datang secara bergelombang, baik menggunakan bus rombongan wisata maupun kendaraan pribadi, dengan tujuan yang sama: memanjatkan doa di area yang dianggap sakral tersebut.

Pihak pengelola Asta Tinggi mencatat adanya lonjakan jumlah pengunjung yang cukup tajam dibandingkan hari-hari biasa. Peningkatan signifikan ini sejalan dengan momentum arus mudik serta masa libur panjang Lebaran.

Uniknya, kondisi cuaca yang teduh justru memberikan kenyamanan tersendiri bagi sebagian peziarah, karena suasana sejuk membuat mereka betah berlama-lama di area pemakaman.

Tren peningkatan jumlah peziarah ini diprediksi masih akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Puncak kunjungan diperkirakan akan terjadi saat perayaan Lebaran Ketupat atau Tellasan Topak.

Semangat para peziarah ini salah satunya diungkapkan oleh Imam Hanafi, warga asal Kabupaten Sampang. Ia mengaku tetap antusias datang meski hujan turun sejak pagi hari.

“Walaupun hujan, kami tetap berangkat karena ini sudah jadi tradisi keluarga setiap habis Lebaran. Justru suasananya lebih tenang untuk berdoa,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Hal senada disampaikan oleh Munawarah, peziarah asal Sampang lainnya. Ia menilai cuaca mendung justru membawa berkah tersendiri bagi kekhusyukan ibadah mereka.

“Tidak masalah hujan, malah terasa lebih sejuk dan nyaman. Kami bisa lebih lama di sini untuk mendoakan leluhur,” tuturnya dengan khidmat.

Hingga siang hari, arus kendaraan terpantau masih terus mengalir memasuki kawasan parkir Asta Tinggi, menandakan bahwa wisata religi tetap menjadi magnet utama bagi masyarakat Madura maupun pemudik di masa libur hari raya.

Editor :