klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Hilal Idulfitri 1447 H Belum Terlihat di Gresik, Posisi Masih di Bawah Standar MABIMS

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Proses Rukyatul Hilal di Bukit Condrodipo Gresik, dipandu Pakar Falak LFNU Gresik, KH Abdul Muid Zahid (Qomar/Klikjatim.com)
Proses Rukyatul Hilal di Bukit Condrodipo Gresik, dipandu Pakar Falak LFNU Gresik, KH Abdul Muid Zahid (Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Pelaksanaan rukyatul hilal yang digelar Lembaga Falakiyah (LFNU) PCNU Gresik di Bukit Condrodipo, Kamis (19/3/2026), menyatakan hilal penanda awal 1 Syawal 1447 Hijriah (Idulfitri) belum terlihat.

Pengamatan dilakukan sejak menjelang matahari terbenam. Namun hingga proses rukyat selesai, tim tidak berhasil melihat hilal akibat faktor posisi yang masih rendah serta kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Pakar ilmu falak LFNU Gresik, KH Abdul Muid Zahid, menjelaskan bahwa secara perhitungan astronomi, ketinggian hilal di Gresik masih berada di bawah batas minimal visibilitas (Imkanur Rukyat).

“Masih di bawah kriteria, yakni 1 derajat 14 menit. Elongasinya juga masih jauh. Artinya secara sains memang belum memungkinkan untuk terlihat,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahkan di wilayah paling barat Indonesia seperti Sabang, posisi hilal juga belum memenuhi syarat. “Di Sabang sekitar 2 derajat 54 menit, tetap belum mencapai 3 derajat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua LFNU PCNU Gresik, Muhyiddin Hasan, menyampaikan bahwa hasil rukyat di lokasi pengamatan menunjukkan hilal tidak terlihat dengan kondisi langit berawan cenderung mendung.

“Data yang kami dapatkan, matahari terbenam pukul 17.42 WIB, tinggi hilal 1 derajat 14 menit, dan elongasi 5 derajat 33 menit. Hasilnya (Rukyat) hilal tidak terlihat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa posisi hilal tersebut masih berada di bawah kriteria imkanur rukyat yang ditetapkan oleh MABIMS.

Sebagai informasi, MABIMS merupakan forum kerja sama Menteri Agama dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura yang dibentuk untuk menyatukan standar penentuan kalender hijriah di kawasan Asia Tenggara.

Dalam ketentuan terbarunya, MABIMS menetapkan kriteria visibilitas hilal minimal dengan tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat untuk menentukan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Dengan hasil rukyat ini, penentuan awal Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah masih menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Editor :