klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gondola Pekerja Pembersih Kaca Apartemen Dihempas Angin, Satu Tewas

avatar Muhammad Nurkholis
  • URL berhasil dicopy
Petugas pemadam kebakaran Kota Surabaya saat mengevakuasi korban yang tergelantung di gondola
Petugas pemadam kebakaran Kota Surabaya saat mengevakuasi korban yang tergelantung di gondola

KLIKJATIM.Com | Surabaya  - Dua pekerja gondola mengalami insiden saat membersihkan sebuah apartemen di kawasan Jalan Pakuwon Indah, Lontar Timur, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Senin (2/3) sore. Peristiwa itu terjadi ketika angin kencang disertai hujan lebat menerjang area tersebut.

Salah satu pekerja, Eddy Suparno (51), warga Tambak Wedi Baru, dinyatakan meninggal dunia. Sementara rekannya, Ribut Boediyanto (56), yang juga berasal dari wilayah yang sama, berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan gondola di lantai 26 bergoyang hebat. Tubuh korban tampak beberapa kali terhempas dan membentur dinding kaca gedung, memicu kepanikan warga yang menyaksikan dari bawah.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya menerima laporan kejadian pada pukul 14.12 WIB dari salah satu stasiun radio setempat. Tim Rescue Wiyung kemudian diberangkatkan dan tiba di lokasi pukul 14.28 WIB untuk melakukan koordinasi dan proses evakuasi.

Sebanyak tiga unit diterjunkan dalam operasi ini, terdiri dari dua unit Tim Rescue DPKP Surabaya dan satu unit Tim Rescue Wiyung. Proses evakuasi kedua korban rampung sekitar pukul 17.25 WIB.

Berdasarkan informasi awal, terdapat dua gondola yang tengah beroperasi. Masing-masing berisi dua pekerja pembersih kaca. Gondola pertama berhasil turun hingga ke lantai dasar dengan seluruh pekerja selamat. Namun, gondola kedua macet saat berada di lantai 26 setelah diterpa angin kencang dan hujan deras, sehingga tak dapat diturunkan.

Dua pekerja di gondola kedua terjebak lebih dari tiga jam. Satu di antaranya meninggal dunia, sementara satu lainnya dilarikan ke RS William Booth untuk mendapatkan penanganan medis. Korban yang meninggal diduga terlempar keluar dari gondola akibat terpaan angin kencang. 

Editor :