klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sumenep Bangun Harapan Baru: Mahasiswa PPI Tiongkok Hadirkan Menara Air di Sepangkur Besar

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
Perwakilan PPI Tiongkok bersama warga Dusun Sepangkur Besar berfoto di depan menara air setinggi enam meter yang menjadi simbol hadirnya akses air bersih baru di Desa Sabuntan, Sumenep.
Perwakilan PPI Tiongkok bersama warga Dusun Sepangkur Besar berfoto di depan menara air setinggi enam meter yang menjadi simbol hadirnya akses air bersih baru di Desa Sabuntan, Sumenep.

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Keterbatasan akses air bersih yang selama bertahun-tahun membelenggu warga Dusun Sepangkur Besar, Desa Sabuntan, Kabupaten Sumenep, Madura, kini mulai menemukan titik terang.

Sebuah menara beton setinggi enam meter kini berdiri kokoh di tengah permukiman, menjadi simbol hadirnya sistem distribusi air yang lebih layak bagi masyarakat kepulauan tersebut.

Fasilitas ini merupakan realisasi dari program Desa Binaan yang digagas oleh Departemen Sosial dan Pengabdian Masyarakat (SPM) PPI Tiongkok periode 2024/2025. Inisiatif ini membuktikan bahwa jarak geografis ribuan kilometer bukan penghalang bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk peduli pada persoalan mendasar di tanah air. 

Program ini lahir dari kesadaran bahwa air adalah hak dasar yang belum dinikmati secara merata. Dalam pelaksanaannya, PPI Tiongkok tidak bergerak sendiri.

Mereka menggandeng kreator konten Leonardo Edwin untuk memperluas jangkauan kampanye sosial, serta melibatkan Universitas Katolik Widya Mandala sebagai konsultan teknis guna memastikan standar pembangunan infrastruktur.

Dukungan finansial proyek ini dihimpun melalui platform Kitabisa.com dengan total donasi mencapai Rp 61.159.503. Dana tersebut berasal dari patungan mahasiswa Indonesia di Tiongkok, kaum diaspora, serta masyarakat umum yang tergerak membantu.

“Kami memahami bahwa sejauh apa pun kami belajar, tanggung jawab sosial kepada Indonesia tidak pernah lepas. Seluruh dana yang dipercayakan donatur kami sampaikan secara transparan sebagai fondasi utama gerakan sosial ini,” ujar perwakilan PPI Tiongkok, Senin (23/2).

Pembangunan fisik yang berlangsung sejak 16 Juli hingga 5 Agustus 2025 ini menghasilkan infrastruktur yang mumpuni, meliputi menara beton setinggi 6 meter sebagai pusat distribusi, tandon raksasa kapasitas 5.000 liter untuk cadangan air.

Serta pompa submersible hybrid didukung panel surya 600 watt dan mesin diesel sebagai cadangan jika cuaca buruk dan jaringan pipa HDPE sepanjang hampir satu kilometer yang mengalirkan air langsung ke permukiman warga.

Sistem hybrid ini sengaja dirancang agar distribusi air tetap stabil dan mampu menyesuaikan dengan kondisi geografis wilayah kepulauan yang dinamis.

Setelah melalui tahap uji kapasitas, fasilitas ini resmi diserahkan kepada pemerintah desa pada 6 Agustus 2025. Bagi warga Sepangkur Besar, kehadiran menara air ini adalah sejarah baru—sebuah pergeseran dari perjuangan panjang mencari air menuju akses yang mudah, stabil, dan layak.

Aksi nyata PPI Tiongkok ini menegaskan peran mahasiswa diaspora bukan sekadar pengejar gelar akademik, melainkan motor perubahan sosial yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan dasar masyarakat di pelosok negeri.

Editor :