KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Musibah kebakaran menelan korban jiwa di Dusun Gumelem, Desa Bogangin, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (21/2/2026) dini hari. Seorang perempuan lanjut usia, Sri Wahyuning Indriani, meninggal dunia setelah terjebak di dalam kamar saat rumah yang ditempatinya dilalap api.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.45 WIB. Saat kebakaran mulai membesar, korban berada di dalam kamar dalam kondisi sakit stroke dan lumpuh sehingga tidak mampu menyelamatkan diri.
Kepala Desa Bogangin, Suratmin, menjelaskan bahwa kondisi rumah yang tertutup membuat kobaran api tidak langsung terlihat dari luar. Warga baru menyadari kejadian tersebut setelah anak bungsu korban berteriak meminta pertolongan.
“Rumahnya tertutup, jadi dari luar tidak terlihat. Saat diketahui, asap sudah mengepul dan bagian dalam rumah sudah dipenuhi api sehingga warga yang hendak menolong tidak bisa masuk,” ujarnya.
Menurutnya, ketika warga berusaha memberikan bantuan, api di kamar korban sudah membesar. Bahkan plafon kamar yang terbakar runtuh dan menimpa tempat tidur korban.
“Ketika anaknya yang kecil meminta tolong, api di kamar sudah besar sekali sehingga warga tidak dapat menyelamatkan korban,” imbuhnya.
Ia menambahkan, setiap hari sekitar pukul 02.00 WIB, suami korban dan anak sulungnya berangkat ke pasar untuk berjualan. Saat kejadian, korban berada di rumah bersama anak bungsunya.
Laporan kebakaran diterima petugas Pos Sumberrejo Regu 2 dari PSC Bojonegoro pada pukul 05.28 WIB. Tiga personel Damkar Pos Sumberrejo langsung menuju lokasi pukul 05.31 WIB menggunakan satu unit armada Firedome 16 dan tiba sekitar lima menit kemudian. Api berhasil dipadamkan pada pukul 05.40 WIB, namun korban tidak dapat diselamatkan. Sembilan penghuni rumah lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Siswoyo, menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut. “Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya korban. Petugas telah berupaya maksimal melakukan pemadaman dan penyelamatan setibanya di lokasi,” katanya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang memicu api dan dengan cepat merambat ke ruang tamu serta satu kamar tidur. Sekitar 25 persen bangunan rumah berukuran 10 x 30 meter terdampak.
Kerugian materiil ditaksir mencapai kurang lebih Rp100 juta. Meski demikian, sejumlah aset berhasil diamankan, antara lain dua unit mobil dan lima freezer daging dengan nilai sekitar Rp400 juta. Selain itu, rumah milik tetangga bernama Gatot beserta isinya senilai kurang lebih Rp250 juta juga berhasil diselamatkan dari perambatan api.
Setelah proses pemadaman selesai, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke RSUD Sumberrejo. Jenazah korban telah dimakamkan.
Editor : Abdul Aziz Qomar