KLIKJATIM.Com | Aceh Tengah – PT PLN (Persero) mengambil langkah cepat untuk mengamankan sistem kelistrikan di wilayah Aceh setelah terjadinya longsoran berupa sinkhole di Desa Pondok Balik, Kabupaten Aceh Tengah.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Bireuen–Takengon yang menjadi jalur utama penyaluran listrik bagi Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah.
Guna mencegah gangguan pasokan listrik, PLN segera menurunkan tim transmisi pada Sabtu (31/1/2026) untuk melakukan relokasi jalur transmisi menjauhi area terdampak longsoran. Jalur yang semula berada sekitar 25 meter dari titik sinkhole dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Langkah ini membuat kondisi sistem kelistrikan kembali terkendali dan aman.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa tindakan tersebut merupakan wujud komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional, terutama di wilayah dengan karakter geografis menantang dan rawan bencana.
“PLN melakukan mitigasi risiko dengan mengamankan jaringan transmisi melalui relokasi jalur ke titik yang lebih aman, sehingga stabilitas sistem kelistrikan tetap terjaga,” ujar Darmawan.
Relokasi jaringan dilakukan menggunakan emergency tower dan diselesaikan dalam waktu sekitar 3,5 jam. Selama proses berlangsung, PLN melakukan pemadaman sementara secara terukur demi menjamin keselamatan pekerjaan serta masyarakat sekitar. Setelah pekerjaan rampung, pasokan listrik kembali normal dan andal.
PLN juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak selama proses pengamanan berlangsung.
“Keberhasilan pekerjaan ini tidak lepas dari kolaborasi para stakeholder. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta masyarakat atas dukungan dan pengertiannya,” tambah Darmawan.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera, Amiruddin, menegaskan bahwa keandalan sistem dan keberlanjutan layanan listrik bagi masyarakat menjadi prioritas utama perusahaan.
“PLN tidak menunggu hingga potensi risiko berkembang menjadi gangguan. Begitu terdeteksi adanya ancaman akibat longsor, kami langsung melakukan penanganan di lapangan. Pembangunan dua tower darurat ini merupakan bentuk kesiapsiagaan PLN agar pasokan listrik tetap andal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” jelas Amiruddin.
Ia menambahkan, PLN terus melakukan pemantauan secara intensif serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan aman dan lancar.
“Di balik setiap pekerjaan, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga aktivitas dan kehidupan masyarakat tetap berjalan. PLN akan terus berada di garda terdepan dalam memastikan listrik tetap menyala,” pungkasnya.
Editor : Abdul Aziz Qomar