KLIKJATIM.Com | Denpasar – PT PLN (Persero) mendorong generasi muda ikut berperan menjaga keselamatan dan keandalan jaringan listrik melalui pemanfaatan teknologi digital. Edukasi tersebut diberikan kepada ratusan siswa SMK Negeri 1 Denpasar melalui kegiatan sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan bersama PLN Mobile.
Kegiatan yang digelar PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Bali tersebut mengangkat tema Mewujudkan Budaya Aman Berlistrik di Era Digital Bersama PLN Mobile.
Kegiatan itu dihadiri Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali I Wayan Suwira, Kepala SMK Negeri 1 Denpasar I Wayan Mustika, serta Manager PLN UP2B Bali Komang Teddy Indra Kusuma.
General Manager PLN UIP2B Jamali Munawwar Furqan mengatakan, PLN Mobile tidak hanya berfungsi sebagai platform layanan pelanggan, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan potensi bahaya yang berisiko mengganggu jaringan listrik.
"Semakin dini potensi gangguan diketahui, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan. Karena itu, kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan," ujar Munawwar.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan sejumlah risiko yang kerap ditemukan di sekitar jaringan listrik. Di antaranya pohon yang tumbuh terlalu dekat dengan jaringan, bangunan yang tidak memenuhi jarak aman, serta aktivitas bermain layang-layang di sekitar saluran listrik.
Siswa juga mendapatkan edukasi mengenai cara memanfaatkan PLN Mobile untuk memperoleh berbagai layanan kelistrikan sekaligus melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan jaringan agar dapat segera ditindaklanjuti petugas.
PLN mendorong para pelajar tidak hanya memahami materi untuk kepentingan diri sendiri, tetapi turut menyebarkan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
Manager PLN UP2B Bali Komang Teddy Indra Kusuma menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan. Selain dekat dengan teknologi digital, pelajar dinilai memiliki kemampuan untuk menyebarkan informasi secara cepat kepada lingkungan sekitarnya.
"Generasi muda merupakan kelompok yang akrab dengan teknologi digital dan memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi kepada lingkungan sekitarnya. Kami berharap para siswa dapat menjadi pelopor budaya aman berlistrik dengan memanfaatkan PLN Mobile sebagai sarana memperoleh layanan sekaligus melaporkan potensi gangguan," kata Komang.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat dalam melaporkan potensi gangguan sejak dini dapat membantu PLN menjaga keandalan sistem kelistrikan di Bali.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Denpasar I Wayan Mustika mengapresiasi edukasi yang diberikan PLN. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan layanan digital, tetapi juga menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnya keselamatan ketenagalistrikan.
"Kami mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan PLN UP2B Bali karena memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi para siswa. Kami berharap para siswa dapat menjadi contoh dan menyebarkan pemahaman ini kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan sekitarnya," ujar Wayan.
Melalui kegiatan tersebut, PLN UP2B Bali berharap budaya aman berlistrik dapat tumbuh sebagai kepedulian bersama. Kolaborasi antara PLN dan generasi muda diharapkan mampu membantu mendeteksi serta mencegah potensi gangguan sejak dini sehingga sistem kelistrikan Bali tetap aman dan andal.
Editor : Abdul Aziz Qomar