KLIKJATIM.Com | Jakarta – Keandalan pasokan listrik di wilayah DKI Jakarta dan Banten tidak hanya bergantung pada kesiapan pembangkit, tetapi juga pada kemampuan operator sistem dalam mengelola jaringan secara tepat. Untuk memperkuat aspek tersebut, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) DKI Jakarta dan Banten meningkatkan kompetensi personel operasi sistem dengan memperdalam pemahaman mengenai pengoperasian PLTU Labuan.
Kegiatan yang digelar bersama PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Labuan itu dikemas dalam bentuk knowledge sharing dan kunjungan lapangan ke pembangkit. Personel operasi sistem memperoleh pemahaman mengenai karakteristik operasional pembangkit berbahan bakar batu bara, pengelolaan energi primer, hingga mekanisme koordinasi antara unit pembangkitan dan pengatur beban.
General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Munawwar Furqan, mengatakan penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan sistem kelistrikan mampu beroperasi secara andal di tengah dinamika kebutuhan listrik yang terus berkembang.
Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik pembangkit akan membantu personel operasi sistem mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat dalam menjaga keseimbangan pasokan listrik.
Manager PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten, Akhmad Duli, menambahkan koordinasi yang baik antara operator sistem dan pengelola pembangkit menjadi kunci dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan awareness personel operasi sistem mengenai pengoperasian PLTU batu bara sehingga koordinasi antarunit semakin optimal dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat," ujarnya.
PLTU Labuan merupakan salah satu pembangkit yang memiliki peran strategis dalam menopang sistem kelistrikan DKI Jakarta dan Banten. Pasokan listrik dari pembangkit berbahan bakar batu bara tersebut menjadi bagian penting bagi empat subsistem utama, yakni Subsistem Suralaya 3–Suralaya 1,2, Subsistem Lontar–Balaraja 1,2–Kembangan 1,2, Subsistem Cilegon–Labuan–Cilegon 1,2,3,4, serta Subsistem Pratu–Salak–Cibinong 1,2–Depok 1,2.
Kesiapan unit pembangkit beserta kecukupan pasokan energi primer menjadi faktor yang menentukan stabilitas sistem sekaligus kemampuan PLN memenuhi kebutuhan listrik di kawasan dengan tingkat konsumsi energi tertinggi di Indonesia tersebut.
Selain mendapatkan materi mengenai proses bisnis pembangkitan listrik berbasis batu bara dan strategi menjaga kesiapan unit, peserta juga meninjau langsung operasional PLTU Labuan. Kunjungan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai proses produksi listrik hingga sistem koordinasi antara pembangkit dan pengatur operasi sistem.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP PLTU Banten 2 Labuan, Tarsis Tinggi, menilai sinergi antara unit pembangkitan dan pengatur sistem menjadi elemen penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik.
"Pemahaman yang baik mengenai proses operasi PLTU, kesiapan unit, serta pengelolaan energi primer akan mendukung koordinasi yang lebih efektif antara unit pembangkitan dan pengatur operasi sistem, sehingga keandalan pasokan listrik kepada masyarakat dapat terus terjaga," katanya.
Melalui penguatan kompetensi personel dan peningkatan koordinasi antarsatuan kerja, PLN berharap sistem kelistrikan di DKI Jakarta dan Banten tetap beroperasi secara aman, andal, dan mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat maupun sektor industri.
Editor : Abdul Aziz Qomar