klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

SIG Perkuat Jaringan Distribusi Semen di Aceh di Tengah Kenaikan Permintaan

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari (kedua dari kiri) saat melakukan kunjungan di packing plant Lhokseumawe, Aceh, pada Jumat (7/8/2026). (Dok/SIG for Klikjatim.com)
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari (kedua dari kiri) saat melakukan kunjungan di packing plant Lhokseumawe, Aceh, pada Jumat (7/8/2026). (Dok/SIG for Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat kesiapan produksi dan jaringan distribusi semen di Aceh untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan sekaligus menjaga kelancaran pasokan bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Upaya tersebut dilakukan dengan memastikan keandalan fasilitas produksi dan distribusi di sejumlah titik strategis. Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, bahkan meninjau langsung operasional PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe serta packing plant PT Semen Padang di Malahayati, Aceh.

Dalam kunjungan tersebut, Reni didampingi Direktur PT Solusi Bangun Andalas Edi Sarwono dan Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa.

Reni mengatakan, peningkatan permintaan semen di Aceh perlu diimbangi dengan penguatan koordinasi seluruh jaringan operasional dan distribusi SIG.

Menurut dia, langkah tersebut penting agar ketersediaan semen tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat maupun proyek pembangunan di Aceh dapat terpenuhi.

"Selain mengoptimalkan fasilitas produksi dan distribusi di wilayah Aceh, SIG juga memperkuat koordinasi dengan distributor dan mitra logistik guna menjaga distribusi berjalan secara tertib dan efisien," kata Reni.

SIG juga melakukan pemantauan berkala terhadap stok dan aktivitas distribusi. Evaluasi dilakukan setiap hari untuk memastikan perusahaan dapat mengambil keputusan secara cepat ketika terjadi perubahan kebutuhan maupun kondisi distribusi di lapangan.

Selain menjaga pasokan, SIG juga menegaskan komitmennya terhadap pembangunan di wilayah yang sebelumnya terdampak bencana banjir pada akhir 2025, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Di tengah tekanan terhadap ketersediaan dan harga bahan bakar, perusahaan menyatakan tetap berupaya menjaga ketersediaan produk di berbagai titik penjualan.

Reni menegaskan, sebagai perusahaan BUMN, SIG memiliki tanggung jawab untuk ikut mendukung agenda pembangunan pemerintah sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Sebagai perusahaan BUMN, kami memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi mendukung agenda pembangunan pemerintah, serta memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat," ujarnya.

Karena itu, SIG memastikan keandalan operasional dan ketersediaan semen berkualitas melalui fasilitas produksi yang berada di dalam jaringan SIG Group.

SIG merupakan BUMN klaster infrastruktur dengan 51 persen saham dimiliki Pemerintah Indonesia. Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tersebut telah bertransformasi menjadi penyedia solusi bahan bangunan dengan jangkauan pasar di Asia, Australia, dan Oceania.

Sebagai holding BUMN semen, SIG menaungi sejumlah produsen semen, yakni PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, serta Thang Long Cement Company di Vietnam.

SIG juga mengembangkan bisnis dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, termasuk upaya menjaga keanekaragaman hayati dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Editor :