KLIKJATIM.com | Sampang — Upaya mencari solusi atas persoalan sampah di Kabupaten Sampang dilakukan Komisi I DPRD Sampang dengan melakukan kunjungan studi ke Desa Randupitu, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Desa tersebut dikenal sukses mengelola sampah menjadi sumber ekonomi masyarakat.
Di Desa Randupitu, pengelolaan sampah dikembangkan secara inovatif melalui program Pemuda Peduli Sampah (PEMPES). Program ini mampu mengolah sampah rumah tangga menjadi produk bernilai jual hingga menghasilkan pendapatan desa mencapai puluhan juta rupiah.
Tidak hanya berdampak secara ekonomi, sistem pengelolaan sampah tersebut juga berkontribusi besar terhadap kebersihan lingkungan. Sampah diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar industri serta kompos yang dimanfaatkan masyarakat.
Desa Randupitu kini menjadi percontohan bagi daerah lain karena memiliki sistem pengelolaan sampah yang terstruktur, mulai dari edukasi warga, pengumpulan, pemilahan, daur ulang, hingga mekanisme jual beli sampah. Inovasi tersebut bahkan telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Ketua Komisi I DPRD Sampang, Muhammad Salim, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di Desa Randupitu agar dapat diadaptasi di Sampang.
“Kami ingin belajar bagaimana sampah bisa dikelola dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Muhammad Salim, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah di Desa Randupitu mencakup proses pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi seperti RDF. Program tersebut dinilai efektif karena mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Selain itu, sistem ini juga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
“Harapannya, model pengelolaan sampah ini bisa diterapkan di Kabupaten Sampang sebagai solusi konkret persoalan sampah,” pungkasnya.
Editor : Abdul Aziz Qomar