klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tanah Bergerak Hantam Pasean Pamekasan, 47 Jiwa Dievakuasi dan Belasan Bangunan Rusak Berat

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Kondisi rumah warga yang terdampak tanah bergerak.
Kondisi rumah warga yang terdampak tanah bergerak.

KLIKJATIM.Com | Pamekasan – Bencana tanah bergerak melanda Desa Sana Dajah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, sejak Sabtu (17/1/2026). Peristiwa ini memaksa puluhan warga di dua dusun, yakni Dusun Paseset Timur dan Barat Gunung, meninggalkan rumah mereka demi menghindari potensi jatuhnya korban jiwa.

Hingga Senin (19/1/2026), sebanyak 47 jiwa telah dievakuasi ke tenda pengungsian yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan di area tanah lapang yang lebih aman.

Retakan tanah yang terus melebar membuat kondisi bangunan di lokasi terdampak menjadi tidak stabil. Berdasarkan data sementara, tercatat 10 rumah warga, 3 musala, dan 12 dapur mengalami kerusakan berat. Selain itu, satu rumah dan satu musala tambahan dinyatakan dalam status terancam roboh.

Tokoh masyarakat setempat, Qomaruddin, menegaskan bahwa evakuasi dilakukan secara total pada area zona merah.

"Rumah-rumah yang rusak sudah kami kosongkan. Warga bahkan tidak diperbolehkan kembali untuk sekadar mengambil barang karena situasinya sangat berbahaya dan tanah masih terus bergerak," ungkapnya.

Kejadian tanah bergerak ini bukan merupakan hal baru bagi warga Desa Sana Dajah, terutama saat intensitas hujan meningkat. Qomaruddin mencatat bahwa di masa lalu, beberapa kepala keluarga sudah pernah direlokasi akibat bencana serupa.

“Ini menandakan wilayah ini memang rawan. Kami sangat berharap pemerintah memberikan perhatian serius, termasuk mempertimbangkan opsi relokasi permanen bagi warga agar tidak terus dihantui rasa takut setiap musim hujan tiba,” tambah Qomaruddin.

Saat ini, bantuan logistik berupa sembako, perlengkapan mandi, alas tidur, hingga uang tunai mulai mengalir dari Pemerintah Kabupaten, pihak desa, hingga sektor swasta.

Plt. Kepala BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi sembari melakukan kajian mendalam terhadap karakteristik tanah.

“Kami sedang melakukan asesmen teknis terkait struktur tanah di lokasi. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus kami lakukan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan yang tepat dan berkelanjutan bagi warga terdampak,” jelas Dhofir.

Hingga berita ini diturunkan, tim BPBD masih bersiaga di lokasi untuk memantau pergerakan tanah susulan dan memastikan keamanan area pemukiman yang telah dikosongkan.

Editor :