klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Api Abadi Kayangan Api Memikat Dunia, Wakil UNESCO Global Geopark Sambangi Bojonegoro

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
Wakil UNESCO Global Geopark (UGGp), Prof. Ibrahim Komo, menyambangi geosite legendaris di Kabupaten Bojonegoro sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Geopark Bojonegoro di kancah internasional.
Wakil UNESCO Global Geopark (UGGp), Prof. Ibrahim Komo, menyambangi geosite legendaris di Kabupaten Bojonegoro sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Geopark Bojonegoro di kancah internasional.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Daya tarik api abadi Kayangan Api kembali mencuri perhatian dunia. Wakil UNESCO Global Geopark (UGGp), Prof. Ibrahim Komo, menyambangi geosite legendaris di Kabupaten Bojonegoro sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Geopark Bojonegoro di kancah internasional.

Prof. Ibrahim Komo yang merupakan pakar geologi terkemuka asal Malaysia datang bersama tim UGGp. Kunjungan ini turut didampingi Bappeda Provinsi Jawa Timur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Forum Geopark Jatim, serta Bappeda dan Disbudpar Kabupaten Bojonegoro.

Pada kunjungan malam hari tersebut, rombongan disuguhi pengalaman visual maksimal dari fenomena api abadi kayangan api yang menyala tanpa henti dari perut bumi. Prof. Ibrahim mengamati secara langsung kondisi geologi, termasuk kestabilan aliran gas alam yang menjadi sumber munculnya api abadi, yang menjadikan Kayangan Api sebagai salah satu geosite unggulan berbasis minyak dan gas di Jawa Timur.

Menanggapi kekhawatiran terkait potensi habisnya sumber gas alam, Prof. Ibrahim menegaskan hal tersebut tidak menjadi penghalang dalam proses penilaian menuju pengakuan UNESCO. “Dalam menilai warisan geologi, yang penting adalah kepentingannya bagi bangsa dan dunia internasional. Bukan sekadar soal gas bisa habis atau tidak, tetapi bagaimana evolusi geologi itu memiliki nilai antarbangsa,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas undangan yang diberikan, sekaligus kesempatan untuk diperkenalkan dengan berbagai geosite lain yang dimiliki Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu, General Manager Geopark Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur Prasetijo, menjelaskan bahwa pengembangan Geopark Bojonegoro telah dimulai sejak 2017 dan terus mengalami kemajuan hingga saat ini, meskipun sempat menghadapi tantangan besar akibat pandemi Covid-19.

Menurutnya, Geopark Bojonegoro memiliki keunikan dibandingkan geopark nasional lainnya karena mengusung konsep berbasis migas. Di sisi lain, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sumber daya migas tidak bersifat abadi.

“Harapan kami, kunjungan ini dapat memberikan masukan, evaluasi, sekaligus penguatan untuk mematangkan persiapan menuju UNESCO,” ujar Kusnandaka.

Rangkaian kunjungan Wakil UNESCO Global Geopark tersebut ditutup dengan makan tumpeng bersama yang berlangsung hangat, diiringi alunan gamelan Jawa, mempertegas harmoni antara kekayaan geologi dan kearifan budaya lokal Bojonegoro.

Editor :