KLIKJATIM.Com | Sampang – Ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sampang perlu menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang melaporkan total penderita DBD sepanjang tahun 2025 mencapai 494 kasus.
Dari data yang dirilis pada Kamis (15/1/2026) ini menunjukkan bahwa wilayah perkotaan masih mendominasi sebaran kasus di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes KB Sampang, Syamsul Hidayat, mengungkapkan bahwa laporan yang telah terverifikasi menempatkan Kecamatan Sampang (wilayah kota) di peringkat pertama.
"Sebaran kasus terbanyak tercatat di wilayah perkotaan. Kelurahan Kamoning dan Kelurahan Banyuanyar menjadi titik dengan angka tertinggi," jelas Syamsul.
Berdasarkan data layanan kesehatan, penderita didominasi oleh kelompok usia sekolah. Hal ini memicu perlunya kewaspadaan ekstra di lingkungan pendidikan dan pemukiman padat penduduk.
Sementara data periode Januari hingga November 2025, berikut adalah rincian sebaran kasus di berbagai wilayah kerja Puskesmas:
- Kasus Tertinggi: Puskesmas Kamoning (72), Puskesmas Banyuanyar (55), Puskesmas Karang Penang (40), Puskesmas Tamberu Barat (39), dan Puskesmas Pangarengan (38).
- Kasus Menengah: Puskesmas Jrangoan (27), Puskesmas Tanjung (25), Puskesmas Omben (24), Puskesmas Batulenger (23), dan Puskesmas Jrengik (21).
- Kasus Rendah: Puskesmas Bringkoning (18), Puskesmas Ketapang (17), Puskesmas Sreseh (17), Puskesmas Banyuates (16), Puskesmas Camplong (13), Puskesmas Torjun (12), Puskesmas Bunten Barat (11), dan Puskesmas Kedungdung (10).
- Kasus Terendah: Puskesmas Banjar, Tambelangan, dan Robatal masing-masing (5), serta Puskesmas Pulau Mandangin (1).
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes KB telah menetapkan 12 titik rawan DBD yang akan menjadi fokus penanganan utama. Pemetaan ini didasarkan pada tren lonjakan kasus yang terjadi selama dua tahun terakhir (2024–2025).
Menariknya, meski kasus tersebar hampir merata, dua wilayah dilaporkan relatif aman dan terkendali.
"Kecamatan Jrengik dan wilayah Pulau Mandangin sejauh ini dilaporkan memiliki angka kasus yang paling minim dibandingkan wilayah lain," pungkas Syamsul.
Dinkes KB terus menghimbau masyarakat untuk menggalakkan gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) secara mandiri di lingkungan masing-masing guna memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Editor : Fatih