KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pandemi Covid-19 tidak menjadi halangan untuk terus berkarya, justru memotivasi untuk terus berprestasi. Adalah Naufan Noordyanto SSn MSn, dosen dari Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang telah banyak menorehkan prestasinya di skala internasional dalam desain poster dengan konten kampanye pandemi Covid-19.
Sejak Februari 2020, ia banyak terlibat dalam event desain internasional. Karya-karyanya bahkan berhasil raih juara 1 dan 2, honorable mention, special/excellent award, finalist, top 10 hingga 100 winner, dan undangan khusus pameran internasional.
[irp]
Naufan menjelaskan, sejak Februari lalu ia sudah menerima empat undangan pameran internasional. Salah satunya pameran di Catalunya, Spanyol, pada April 2020. Dengan tema kampanye solidaritas tentang Covid-19 yang diselenggarakan oleh the Official Graphic Designers Association of Catalonia, yakni oleh Profesor Jesùs Del Hoyo Arjona.
Tidak hanya menjadi peserta pameran internasional, Naufan juga aktif dalam kompetisi poster internasional. Hingga saat ini, semua karyanya telah dipamerkan di 36 negara. Salah satu prestasinya, ia menjadi Top 100 untuk tiga karyanya di pameran dan penghargaan karya desain poster internasional Reading an a Better Life 2020 “World Book Day” yang diseleksi dari 25 negara. “Pameran ini digelar di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada akhir April 2020,” terangnya.
Karyanya juga masuk dalam Honorable Mention sekaligus finalis di pameran dan penghargaan poster internasional yakni International Poster Contest and Exhibition MUMEDI: Death with Smile di Meksiko. Pameran ini diselenggarakan di MUMEDI Museum, Meksiko pada Februari 2020 lalu. “Pameran ini diseleksi dari 5.000 karya dan hanya 200 finalis yang lolos seleksi pameran,” ungkapnya.
[irp]
Selain itu, Naufan juga aktif menjadi juri di pameran dan penghargaan karya desain poster internasional. Salah satunya event bertajuk Virus is Over di Taiwan Global Anti Virus Graphic Design Exhibition 2020.
Naufan menyampaikan bahwa dalam membuat poster yang menjadi poin penting adalah sudut pandang berbeda dengan visualisasi, berbeda ketika membaca dan memahami suatu topik. Ini yang akan jadi surprise dan berdampak, baik secara rasional maupun emosional. "Hal-hal itu juga yang saya pakai ketika membuat dan menjuri kompetisi desain poster,” tutur lelaki yang pernah bekerja di PT Eksis Cipta Citra Komunika Yogyakarta ini. (hen)
Editor : Abdul Aziz Qomar