klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dinilai Sukses Ubah Zona Merah Jadi Kondusif, Tokoh Agama dan Warga Sokobanah Tolak Mutasi Kapolsek

avatar fadil
  • URL berhasil dicopy
DUKUNGAN: Sejumlah tokoh masyarakat, ulama, dan pemuda Kecamatan Sokobanah saat menyampaikan aspirasi agar Iptu Sujiyono tetap mengemban amanah sebagai Kapolsek Sokobanah. (Ist)
DUKUNGAN: Sejumlah tokoh masyarakat, ulama, dan pemuda Kecamatan Sokobanah saat menyampaikan aspirasi agar Iptu Sujiyono tetap mengemban amanah sebagai Kapolsek Sokobanah. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Sampang – Rencana mutasi jabatan di lingkungan Kepolisian Resor (Polres) Sampang menuai reaksi dari masyarakat di wilayah utara. Tokoh agama, pemuda, hingga aktivis yang tergabung dalam Persatuan Ulama dan Tokoh Kecamatan Sokobanah (PERKASA) secara terbuka menyatakan keberatan atas rencana perpindahan tugas Kapolsek Sokobanah, Iptu Sujiyono.

Penolakan ini didasari atas capaian Iptu Sujiyono yang dinilai sukses mengubah wajah Sokobanah. Wilayah yang sebelumnya sempat dikenal sebagai zona merah konflik, kini bertransformasi menjadi kawasan yang aman dan kondusif berkat pendekatan humanis yang ia terapkan. Warga khawatir, pergantian kepemimpinan di tengah masa transisi menuju Pilkades serentak dapat memicu kerawanan sosial yang baru.

Ketua PERKASA, KH. Fathor Rohman, menegaskan bahwa Iptu Sujiyono telah membangun kedekatan emosional yang sangat kuat dengan kalangan pesantren dan majelis taklim di Sokobanah.

"Dalam menyelesaikan berbagai sengketa, beliau selalu mengedepankan prinsip musyawarah, tabayyun, dan islah. Cara-cara persuasif inilah yang membuat tingkat kriminalitas menurun dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri di Sokobanah meningkat tajam," ujar KH. Fathor Rohman pada Sabtu (10/1/2026).

Dukungan terhadap Iptu Sujiyono ini mencerminkan sinergi lintas sektoral yang solid. Berbagai organisasi besar seperti MWCNU, Muhammadiyah, KAHMI, FPI, Syarikat Islam, hingga organisasi MADAS menyatakan satu suara. Selain itu, jajaran pengasuh pondok pesantren terkemuka, termasuk RKH. Moh. Isbat Abdul Qodir (Ponpes Mambaul Ulum) dan Ketua MUI Sokobanah KH. Asadullah, turut memberikan dukungan moral.

Masyarakat menilai, gaya kepemimpinan yang responsif dan menghargai kearifan lokal adalah stabilitas yang tidak dapat digantikan secara instan oleh pejabat baru. Aspirasi ini pun telah dituangkan dalam surat tertulis yang ditembuskan kepada Kapolri dan Kapolres Sampang dengan mengedepankan asas kemaslahatan umat dalam kerangka Polri Presisi.

"Kami menilai tidak ada alasan mendesak atau kondisi darurat yang mengharuskan pergantian kepemimpinan di Sokobanah saat ini. Kami meminta agar Polri mempertimbangkan aspirasi ini demi menjaga stabilitas yang sudah terjaga," tambah perwakilan warga.

Hingga kini, masyarakat Kecamatan Sokobanah masih menunggu respons bijaksana dari jajaran Polda Jawa Timur. Mereka berharap Kapolda Jatim mempertimbangkan rekam jejak dan aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan final terkait mutasi jabatan di wilayah tersebut.

Editor :