klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Warga Keluhkan Bau Menyengat, PEPC Pastikan Operasional JTB Normal dan Kualitas Udara Aman

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB)
Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) memberikan penjelasan resmi terkait keluhan warga Desa Ngasem, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, mengenai bau menyengat yang dirasakan di sekitar area operasional Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB).

Isu ini sebelumnya sempat ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah warga mengaku terganggu oleh aroma tidak sedap yang diduga berasal dari fasilitas produksi tersebut.

Menanggapi hal tersebut, PEPC menegaskan telah mengambil langkah cepat dengan menerjunkan tim teknis untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Perusahaan menyatakan sangat memahami keresahan yang dialami oleh masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak.

“PEPC menyampaikan rasa empati yang mendalam atas keluhan masyarakat. Saat ini tim teknis kami telah bergerak cepat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas operasi di Lapangan JTB,” ujar Manager Communication Relations CID PEPC, Rahmat Drajat, Kamis (8/1/2026).

Berdasarkan hasil investigasi internal dan peninjauan fasilitas, Rahmat memastikan bahwa operasional di Lapangan JTB dalam kondisi stabil. Tim di lapangan tidak menemukan adanya anomali, kebocoran, maupun gangguan teknis pada fasilitas produksi yang dapat memicu dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PEPC juga telah melakukan pengujian kualitas udara secara langsung di titik-titik lokasi yang dikeluhkan warga. Hasil pemantauan tersebut menunjukkan bahwa parameter udara di sekitar Desa Ngasem masih berada di bawah ambang batas yang ditentukan.

“Hasil pengukuran menunjukkan tidak ditemukan indikasi parameter yang melebihi baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan. Kondisi udara masih berada dalam batas aman,” tegas Rahmat.

PEPC berkomitmen untuk terus memantau situasi secara berkala dan menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat. Perusahaan berjanji akan terus mengedepankan aspek keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

“Jika terdapat perkembangan terbaru dari proses pemantauan yang sedang berjalan, kami akan segera menyampaikan kepada publik,” pungkasnya.

Sebelumnya, keluhan warga ini sempat viral di grup Facebook media masyarakat Ngasem. Sejumlah warganet menyebutkan bahwa aroma menyengat tersebut terasa hingga ke beberapa dusun dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dengan adanya klarifikasi resmi ini, diharapkan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat mengenai status keamanan lingkungan di sekitar wilayah operasional JTB.

Editor :