KLIKJATIM.Com | Sumenep – Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumenep terpilih, KH. Kamalil Irsyad, mulai mematangkan langkah organisasi. Kiai Irsyad memilih tancap gas mengedepankan konsolidasi internal menjelang prosesi pelantikan pengurus yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli 2026 mendatang.
Menurut Kiai Irsyad, penguatan mesin partai kali ini akan diakselerasi melalui dua pendekatan strategis, yakni secara struktural dan kultural. Konsolidasi struktural dipastikan menyasar seluruh unsur vertikal partai, mulai dari jajaran pengurus DPC, badan otonom (banom), hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan.
Sementara itu, konsolidasi kultural difokuskan untuk mempererat simpul silaturahmi dan komunikasi intensif dengan para kiai serta ulama kharismatik di seluruh Kabupaten Sumenep. Seluruh agenda tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menjelang pelantikan resmi kepengurusan baru.
Ia menegaskan, arah kepemimpinan DPC PKB Sumenep ke depan akan diproyeksikan agar tampil sebagai partai yang lebih modern, responsif terhadap perkembangan dinamika zaman, sekaligus semakin adaptif dengan kebutuhan masyarakat di akar rumput. Di samping pembenahan internal, parpol pemenang pemilu lokal ini juga mulai merumuskan strategi taktis menghadapi agenda politik terdekat, termasuk kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2026.
“Spirit kita adalah kebersamaan. Saya tidak melihat ada tantangan besar karena dengan kebersamaan, kita bisa menjalankan organisasi dan melayani masyarakat secara maksimal,” ujar Kiai Irsyad saat memberikan keterangan, Kamis (16/7/2026).
Mantan anggota DPRD Sumenep tersebut menjelaskan, penyusunan program kerja strategis nantinya akan dibahas secara mendalam melalui forum Musyawarah Kerja (Musker). Hasil rekomendasi Musker itu akan menjadi kompas pelaksanaan seluruh kegiatan kepengurusan selama satu periode ke depan, dengan mekanisme evaluasi berkala agar tetap tepat sasaran.
Kiai Irsyad yang juga pernah mengabdi sebagai anggota Dewan Pendidikan Sumenep ini memastikan kepengurusannya tidak memiliki agenda untuk melakukan evaluasi ataupun merombak fondasi dari kepengurusan sebelumnya. Bagi dia, kepengurusan lama telah meletakkan basis organisasi yang solid, sehingga tugas pengurus baru adalah melanjutkan serta meningkatkan capaian yang telah dirintis.
Ia optimistis PKB Sumenep mampu mengeskalasi kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat dengan mengoptimalkan peran strategis para kader yang kini mengemban amanah, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif.
Menutup pernyataannya, Kiai Irsyad mengajak seluruh elemen masyarakat Sumenep untuk tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi yang berjalan. Ia berharap tingkat partisipasi politik publik terus merangkak naik dan menekan angka golongan putih (golput), karena keterlibatan aktif warga menjadi kunci utama lahirnya kebijakan yang pro-rakyat.
“Politik harus menjadi sarana membangun bangsa dan negara dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila demi kemaslahatan masyarakat,” tandasnya. (
Editor : Fatih