klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Arus Peti Kemas TPS Tumbuh 5,06 Persen pada Juni 2026, Ekspor Naik Dua Digit

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Aktivitas bongkar muat di lapangan penumpukan TPS. (Dok/TPS for Klikjatim.com)
Aktivitas bongkar muat di lapangan penumpukan TPS. (Dok/TPS for Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatat pertumbuhan arus peti kemas pada Juni 2026. Volume peti kemas yang ditangani terminal internasional di Pelabuhan Tanjung Perak itu mencapai 116 ribu TEUs atau meningkat 5,06 persen dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebanyak 111 ribu TEUs.

Pertumbuhan tersebut turut didorong meningkatnya aktivitas perdagangan internasional. Arus peti kemas ekspor naik 10,14 persen, dari 51 ribu TEUs pada Mei menjadi 57 ribu TEUs pada Juni. Sementara itu, volume impor juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,26 persen menjadi 59 ribu TEUs.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya, Erika Asih Palupi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi perusahaan dengan pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan di tengah proses transformasi operasional yang sedang berlangsung.

"Pertumbuhan arus peti kemas pada Juni 2026 secara month-on-month merupakan hasil kolaborasi yang harmonis antara TPS dengan seluruh pelanggan dan pemangku kepentingan," ujar Erika.

Menurutnya, TPS saat ini tengah melakukan penyesuaian operasional seiring proses modernisasi peralatan bongkar muat. Perusahaan mulai mengoperasikan secara bertahap 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) dan empat unit Electric Container Crane (E-CC) untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas layanan.

Erika menegaskan, investasi tersebut merupakan strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat daya saing terminal sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada pengguna jasa selama masa transisi.

"Kami optimistis setelah masa transisi ini terlewati, kinerja operasional akan semakin meningkat sehingga mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pengguna jasa maupun pemangku kepentingan," katanya.

Kinerja TPS juga mendapat apresiasi dari pelaku logistik. Wakil Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Husni, menilai modernisasi yang dilakukan TPS mampu mendukung kelancaran arus logistik dan meningkatkan efisiensi layanan di Pelabuhan Tanjung Perak.

Menurut Husni, komitmen TPS dalam memperbarui fasilitas dan sistem operasional menjadi langkah tepat untuk meningkatkan daya saing pelabuhan sekaligus memperkuat rantai pasok nasional.

Selain mencatat pertumbuhan arus peti kemas, TPS juga mempertahankan produktivitas bongkar muat. Pada 2026, rata-rata produktivitas mencapai 51 box per ship per hour, melampaui standar minimum Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak yang ditetapkan sebesar 48 box per ship per hour.

Dengan capaian tersebut, TPS masih menjadi operator dominan untuk layanan peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak dengan menguasai sekitar 83 persen pangsa pasar.

Editor :