KLIKJATIM.Com | Tulungagung -Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Tulungagung, menangani 39 kasus kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025 dengan lima korban meninggal dunia, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
"Jumlah tersebut meningkat dibanding Operasi Lilin Semeru 2024 yang mencatat 22 kejadian kecelakaan, tanpa korban meninggal dunia dan 35 korban luka ringan," kata Kepala Satlantas Polres Tulungagung Ajun Komisaris Polisi Taufik Nabila di Tulungagung, Senin.
Pada Operasi Lilin Semeru 2025, dari 39 kejadian kecelakaan lalu lintas yang tertangani, lima orang meninggal dunia dan 59 orang mengalami luka ringan.
Taufik mengatakan peningkatan kasus laka tersebut berarti terjadi kenaikan 17 kasus atau sekitar 40 persen, dengan korban jiwa tercatat lima orang.
Salah satu kejadian menonjol selama operasi berlangsung adalah kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor Honda CBR di ruas jalan Ayojeding, Kecamatan Rejotangan.
Kecelakaan terjadi setelah motor korban bersenggolan dengan sepeda motor lain dan terpental ke jalur berlawanan hingga bertabrakan dengan mobil.
Selain penindakan, Satlantas Polres Tulungagung juga mengedepankan upaya pencegahan melalui kegiatan preemtif dan preventif.
Selama dua pekan operasi, petugas melaksanakan 18.705 kegiatan preemtif dan 7.281 kegiatan preventif.
"Kami terus mengoptimalkan langkah pencegahan untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas," ujarnya.
Terkait arus lalu lintas di kawasan objek wisata, Taufik memastikan tidak ada kecelakaan yang terjadi selama Operasi Lilin Semeru 2025.
Kepadatan lalu lintas hanya sempat terjadi di jalur lintas selatan (JLS) pada Kamis (1/1) sore hingga malam hari.
"Kepadatan di JLS bukan karena wisata di Tulungagung, melainkan arus balik wisatawan dari Pantai Mutiara, Kabupaten Trenggalek. Di Pantai Gemah sudah relatif kosong," katanya.
Kapolres Tulungagung Ajun Komisaris Besar Polisi Mohammad Taat Resdi pada kesempatan sebelumnya mengungkap bahwa secara kumulatif sepanjang tahu 2025, angka kecelakaan lalu lintas di Tulungagung juga mengalami peningkatan signifikan.
Jumlah kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025 mencapai 1.143 kejadian, naik 144 kejadian dibandingkan 2024 yang tercatat 999 kejadian.
Meski demikian, jumlah korban meninggal dunia justru mengalami penurunan. Sepanjang tahun 2025, tercatat 147 korban meninggal dunia, turun dibanding 2024 yang berjumlah 154 jiwa.
"Korban luka ringan justru meningkat dari 1.675 orang menjadi 2.041 orang atau naik sekitar 18 persen," kata Taat.
Berdasarkan hasil analisis kepolisian, Kecamatan Kedungwaru menjadi wilayah dengan tingkat kecelakaan tertinggi sekaligus lokasi blackspot pada 2025 dengan 146 kejadian kecelakaan.
Tiga titik blackspot berada di ruas jalan Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru; Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut; serta Desa Beji, Kecamatan Kedungwaru. Lokasi tersebut mengalami pergeseran dibandingkan 2024.
Kapolres juga menyoroti kecelakaan yang melibatkan bus umum. Sepanjang 2025 tercatat enam kejadian kecelakaan bus dengan empat korban meninggal dunia, sama dengan jumlah korban jiwa pada 2024 meski jumlah kejadiannya lebih sedikit.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas karena mayoritas kecelakaan didahului oleh pelanggaran," katanya.
Editor : Wahyudi