KLIKJATIM.Com | Aceh Tamiang – Komitmen Pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang memasuki babak baru. Melalui koordinasi badan pengelola investasi Danantara Indonesia, PT PLN (Persero) memastikan seluruh unit Rumah Hunian Danantara (Huntara) kini telah tersambung jaringan listrik dan siap digunakan.
Langkah ini mendapatkan apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Presiden menilai kolaborasi lintas sektor ini merupakan bukti nyata kehadiran negara yang bergerak cepat dalam menyediakan prasarana dasar bagi rakyat.
"Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian. Semua pihak telah bekerja dengan gemilang dan cepat," ujar Presiden Prabowo.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa proyek di Aceh Tamiang adalah bagian dari target besar pembangunan 15.000 unit Huntara di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam tiga bulan ke depan.
"Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. BUMN bergerak cepat di lapangan untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak," jelas Rosan.
Menyahuti percepatan tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menyiapkan jaringan, tetapi memastikan setiap unit yang terbangun sudah memiliki akses energi yang aman dan andal.
Hingga saat ini, PLN telah menyelesaikan pemasangan infrastruktur kunci di kawasan Huntara Aceh Tamiang, meliputi pembangunan trafo distribusi, pemasangan jaringan kabel listrik, dan instalasi kWh meter di seluruh hunian dan fasilitas umum (fasum).
"Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun, kami pastikan listriknya langsung menyala. Kami ingin saudara-saudara kita yang terdampak bisa kembali beraktivitas dengan layak, anak-anak bisa belajar dengan cahaya yang cukup, dan keluarga merasa aman," tegas Darmawan.
Sesuai jadwal, sebanyak 600 unit Huntara pertama di Aceh Tamiang akan diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Daerah (Pemda) pada 8 Januari 2026. Penyerahan ini menandai dimulainya fase pemulihan sosial di mana warga terdampak bisa meninggalkan pengungsian menuju hunian yang dilengkapi sanitasi, air bersih, layanan kesehatan, dan listrik yang prima.
Darmawan Prasodjo menambahkan, kehadiran listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan bentuk dukungan moral agar masyarakat bisa bangkit dari trauma bencana. "Ini adalah komitmen kami untuk terus mendampingi masyarakat bangkit," pungkasnya.
Editor : Fatih