KLIKJATIM.Com | Sumenep - Sebuah warung milik warga Desa Dapenda dilalap api di Dusun Pasaran, Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, terbakar .
Insiden ini terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025 siang, sekitar pukul 12.15 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp75 juta.
Warung yang diketahui bernama Riskiyah itu merupakan milik Saifur, 32 tahun. Saat kebakaran terjadi, Saifur tengah melayani pembeli. Ia mendadak melihat percikan api muncul dari bagian atas bangunan, tepatnya di area plafon.
Api kemudian dengan cepat menjalar dan membakar sejumlah barang berbahan plastik yang mudah tersulut. Melihat api membesar, warga sekitar segera berdatangan untuk memberikan bantuan.
Mereka berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Tidak berselang lama, unit Pemadam Kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tiba di lokasi dan berhasil mengendalikan kobaran api sekitar sepuluh menit kemudian.
Kapolsek Batang-Batang, Iptu Ratman Desianto, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara guna mengetahui penyebab insiden tersebut.
“Berdasarkan keterangan korban dan saksi-saksi serta hasil pengumpulan bahan keterangan di TKP, kebakaran diduga disebabkan oleh konsleting listrik yang berada di pinggir bangunan, kemudian menyambar plafon dan bahan plastik yang mudah terbakar,” ujar Ratman, saat dikonfirmasi Klikjatim, Minggu (28/12) pagi.
Menurut dia, aparat Polsek Batang-Batang telah mengambil sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi lokasi kejadian, menghimpun keterangan saksi, serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan di tingkat atas.
“Korban menjual perlengkapan bayi dan bahan sosis. Atas kejadian ini, korban tidak melaporkan secara resmi dan tidak menempuh upaya hukum, serta menganggap kejadian tersebut sebagai musibah,” ujarnya menambahkan.
Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik, terutama di tempat usaha yang menyimpan banyak barang mudah terbakar.
Kewaspadaan terhadap potensi korsleting dinilai penting untuk menghindari kejadian serupa di kemudian hari.
Editor : Ratno