klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Distribusi MBG Sumenep Selama Libur Semester Dinilai Tak Merata, Koordinasi SPPG Jadi Sorotan

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
ILUSTRASI: Siswa sekolah dasar menikmati sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya pemenuhan gizi anak usia sekolah. (doc. Istimewa/KLIKJATIM.Com)
ILUSTRASI: Siswa sekolah dasar menikmati sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya pemenuhan gizi anak usia sekolah. (doc. Istimewa/KLIKJATIM.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Madura, menunjukkan adanya ketimpangan selama masa libur semester I tahun ajaran 2025. Di sejumlah wilayah, bantuan pangan tersebut tetap disalurkan dengan mekanisme khusus, sementara di wilayah lain distribusi justru terhenti sepenuhnya.

Kondisi ini memicu perbedaan akses pemenuhan gizi bagi siswa di ujung timur Pulau Madura tersebut saat aktivitas belajar mengajar di kelas sedang ditiadakan.

Sistem Rapelan di Kecamatan Kota
Di wilayah Kecamatan Kota, beberapa sekolah dasar dilaporkan masih memperoleh pasokan MBG, meskipun tidak dengan pola harian. Salah satunya terjadi di SD Negeri Pamolokan 2. Kepala Sekolah SDN Pamolokan 2, David Rahman, mengungkapkan bahwa bantuan gizi tetap berjalan dengan sistem paket mingguan.

“Selama masa libur, MBG tidak dihentikan. Hanya saja, penyalurannya dilakukan secara dirapel satu kali dalam sepekan,” ujar David, Jumat (26/12/2025).

Sejak libur dimulai pada 15 Desember lalu, pihaknya tercatat sudah dua kali menerima paket dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kota. Namun, menu yang diberikan berbeda dari biasanya. Paket libur cenderung berisi makanan praktis dan tahan lama seperti roti, susu, telur ayam atau puyuh, serta buah-buahan.

“Siswa diminta datang langsung ke sekolah setiap hari Selasa untuk mengambil paket MBG yang sudah diantar oleh dapur SPPG,” jelasnya.

Terhenti Total di Kecamatan Saronggi
Pemandangan kontras terlihat di Kecamatan Saronggi. Kepala MTs Negeri 3 Saronggi, Didik Santoso, mengungkapkan bahwa sekolahnya sama sekali tidak menerima distribusi MBG sejak masa libur dimulai pada 22 Desember 2025.

“Sejak libur dimulai, tidak ada MBG yang masuk dan tidak ada pemberitahuan terkait penyaluran,” kata Didik.

Menurut pantauannya, dapur SPPG di wilayah Saronggi bagian timur memang tidak menjalankan aktivitas distribusi selama sekolah meliburkan siswanya. Hingga saat ini, pihak sekolah masih menunggu kepastian terkait kelanjutan program tersebut di masa liburan yang dijadwalkan berakhir pada awal Januari 2026 mendatang.

“Untuk SPPG Saronggi ke arah timur, setahu kami memang tidak ada penyaluran MBG selama libur semester,” pungkasnya.

Ketidaksamaan teknis distribusi antar-kecamatan ini menunjukkan perlunya evaluasi koordinasi pada level Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tujuan program MBG untuk menjaga konsistensi gizi anak dapat tercapai secara merata di seluruh wilayah Sumenep.

Editor :