KLIKJATIM.Com | Blitar - Karena ada anggota Polsek Kademangan, Blitar yang meninggal dunia, sebanyak 30 orang personel polsek setempat menjalani rapid test. Kegiatan itu dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar di Mapolsek Kademangan.
[irp]
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Kuspardani mengatakan, rapid test ini dilakukan setelah ada salah satu anggota Polsek Kademangan yang meninggal dunia. Sebelum meninggal, anggota tersebut sakit dengan dengan gejala mirip terinfeksi virus Corona (Covid-19). Untuk itu, Dinkes Blitar melakukan tracing dan rapid test hingga dua kali.
"Dalam rapid test pertama, dari 31 orang, 12 di antaranya dinyatakan reaktif. Kemudian untuk memastikan langkah selanjutnya, pihaknya melakukan rapid test kedua dan hasilnya semua negatif," kata Kuspardani seperti dikutip JPNN.com
"Kami sampaikan bahwa pada Selasa lalu telah dilaksanakan rapid test terhadap anggota Polsek Kademangan. Dari 31 yang di-rapid test, yang reaktif adalah 12 orang. Untuk memastikan, langkah selanjutnya yaitu pemeriksaan swab, maka kami melaksanakan rapid test kedua atau rapid test ulang, dan hasilnya semua non reaktif," ujar Kadinkes Kabupaten Blitar.
[irp]
Sebelumnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) warga Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar yang juga bekerja di Polsek Kademangan dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami gejala mirip terjangkit virus Corona. Pria berusia 21 tahun tersebut meninggal dunia di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Minggu (26/4/2020) sekitar pukul 23.00 WIB.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan sebelum masuk ke IGD RSUD Mardi Waluyo, dia mengeluhkan gejala klinis demam, batuk, pilek, batuk, nyeri telan, dan sesak napas.
"Dia datang dengan gejala panas, batuk, pilek dan nyeri telan, serta sesak napas. Jadi informasi yang kami terima, pasien masuk ke IGD Mardi Waluyo sore sekitar pukul 19.00 WIB. Namun malamnya sekitar pukul 23.00 WIB meninggal," ujar Krisna. (hen)
Editor : Redaksi