klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Komisi IV DPRD Gresik Tinjau Desa Rawan Bencana, Dorong Percepatan Pembentukan Destana

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Komisi IV DPRD Gresik saat sidak di desa-desa rawan bencana alam (Dok)
Komisi IV DPRD Gresik saat sidak di desa-desa rawan bencana alam (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Komisi IV DPRD Gresik melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah desa rawan bencana di wilayah Gresik Selatan, Jumat (2/5/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kesiapan warga dalam menghadapi potensi bencana alam serta mendorong percepatan pembentukan dan pembinaan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Rombongan Komisi IV dipimpin oleh Ketua Komisi, M. Zaifuddin, didampingi jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik. Mereka mengunjungi Desa Pandu (Kecamatan Cerme), Desa Boboh (Menganti), Desa Sedapurklagen (Benjeng), dan Desa Pucung (Balongpanggang).

“Fokus kami hari ini adalah meninjau kesiapan desa-desa rawan bencana, terutama terkait pembentukan Destana,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Pondra Priyo Utomo.

Dari hasil tinjauan, Komisi IV menemukan bahwa sebagian besar desa yang dikunjungi belum sepenuhnya siap menjalankan peran sebagai Destana. Padahal, sejak 2020, BPBD Gresik telah melakukan pembinaan rutin kepada 20 desa setiap tahun, termasuk desa-desa yang dikunjungi.

Baca juga: Komisi IV DPRD Gresik Minta Operasional Gedung Rawat Inap Terpadu RSUD Ibnu Sina Dipercepat
“Beberapa desa belum memiliki struktur organisasi Destana yang jelas, sebagian sudah ada tapi belum memadai. Pembekalan yang diberikan juga belum optimal,” tambah Pondra.

Destana merupakan konsep pemberdayaan masyarakat desa agar memiliki kemampuan mandiri dalam menghadapi bencana, termasuk upaya adaptasi, mitigasi, dan pemulihan pasca-bencana. Keberadaan Destana sangat penting dalam memperkuat ketahanan lokal terhadap bencana.

Merespons kondisi tersebut, Komisi IV bersama BPBD sepakat untuk segera mempercepat pembentukan struktur organisasi Destana di desa-desa yang belum memiliki. Selain itu, kelengkapan alat seperti alarm peringatan dini, perahu karet, dan perlengkapan evakuasi akan segera dipenuhi.

“Kami ingin mitigasi bencana dilakukan sedini mungkin agar bisa meminimalisasi korban jiwa dan kerugian material,” pungkas politisi PKB asal Menganti tersebut. (qom)

Editor :