KLIKJATIM.Com | Jombang - Selain melantunkan salawat dalam memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, tarekat Shiddiqiyyah di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang memberikan santunan nasional hingga mencapai Rp2 miliar lebih, Sabtu, 21 September 2024.
Santunan ini diberikan kepada yatim piatu, dan dhuafa di seluruh perwakilan tarekat Shiddiqiyyah yang tersebar di Indonesia, dimana pada santunan nasional ke-20 di tahun 2024 sekitar 12.000 paket dibagikan kepada kelompok yang membutuhkan.
Ketua Umum Dhibra Shiddiqiyyah, Hj Shofwatul Ummah mengungkapkan jika kegiatan rutin ini sebagai bentuk kecintaan jemaah Shiddiqiyyah kepada Nabi Muhammad, yang diwujudkan sebagai rasa syukur dengan menggelar santunan nasional.
"Santunan nasional ini dalam rangka mensyukuri nikmat dalam memperingati maulid nabi, sekaligus dengan hari jadi organisasi Dhibra Shiddiqiyyah," katanya.
Ia mengatakan jika santunan nasional di tahun ini secara riil time mencapai agka sekitar Rp 2 miliar lebih, yang menurutnya masih akan terus bertambah dari para donatur santunan nasional.
"Tahun kemarin lebih dari Rp3 miliar yang berasal dari warga Shiddiqiyyah, simpatisan, dan seluruh organisasi Shiddiqiyyah. Tahun ini di detik sekarang total Rp 2 miliar sekian, yang akan bisa bertambah hingga beberapa waktu kedepan," ujar perempuan yabg akrab disapa Nyai Shofwa.
Baca juga: Jelang Penetapan Pasangan Calon Pilkada, Mundjidah-Sumrambah Silaturahmi ke Keluarga Pendiri NU di JombangSantuna nasional ke-20 Shiddiqiyyah ini dilakukan secara serentak pada 155 Kabupaten/Kota di Indonesia yang mempunyai perwakilan, mulai dari sabang hingga merauke dengan wujud santunan berupa uang tunai, sembako, buah, dan sayuran yang ditata menggunung, simbol wujud syukur hasil bumi.
"Diselenggarakan kegiatan serentak seperti di Batam, Kalimantan, Sumatera, Merauke, Australia, dan Malaysia. Di Jombang ini ada 624 paket santunan," tambahnya.
Nyai Shofwa mengatakan, melalui kegiatan santunan nasional ini mampu memberikan kegembiraan kepada yang berhak menerima, sehingga menularkan keberkahan bagi para donatur.
"Jadi intinya kami ingin menggembriakan mereka (penerima santunan), insaallah mereka gembira dan mantul ke kita (donatur) terlebih dalam momen maulid nabi ini," katanya.
Nampaknya kegembiraan tersebut terpancar dari salah satu penerima santunan, Sunarti (60) warga Kecamatan Ploso yang berterimakasih sehingga ia mendapat modal untuk membuka bisnis miliknya.
"Alhamdulillah saya berterimakasih sudah diberikan santunan, ini akan saya buat modal untuk berjualan nasi pecel, semoga berkah," kata Sunarti. (qom)
Editor : Diana