KLIKJATIM.Com | Kediri - Sedikitnya 15 orang tenaga kesehatan (perawat) di Kota Kediri diminta melakukan isolasi mandiri oleh pihak rumah sakit. Upaya itu ditempuh setelah para perawat tersebut diduga terpapar virus corona (Covid-19) oleh pasien yang dirawat. Saat ini ke-15 orang tenaga medis ini sudah 4 hari menjalani isolasi mandiri dari rencana 14 hari sambil menunggu hasil tes swab.
[irp]
Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Ahmad Dahlan Kediri, dr Zainul Arifin menjelaskan, perawat tersebut terpapar karena saat memeriksa pasien tidak mengenakan alat pelindung diri (APD). Itu dilakukan karena pasien tidak jujur mengatakan keluhan jika dirinya mengalami gejala covid-19.
“Sekitar 10 hari lalu, ada pasien yang mengeluhkan tanda-tanda ke arah Covid-19, namun ia tidak jujur mengatakan semuanya,” kata dr. Zainul Arifin.
Karena tidak jujur itu, ujar dia, tenaga medis yang memeriksa tidak mengenakan APD dan memperlakukan sebagaimana ODP maupun PDP. Namun pihak rumah sakit tetap memeriksakan pasien tersebut untuk swab. Setelah keluar hasil tes swab, ternyata pasien tersebut positif Covid-19.
"Karena konfirmasi positif inilah, sesuai dengan SOP, semua kontak erat termasuk tenaga medis dengan pasien tersebut harus melakukan isolasi mandiri di rumah sembari menunggu hasil tes," ujar dr Zainul.
[irp]
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, menginstruksikan kepada seluruh warga Kota Kediri untuk selalu jujur menyampaikan semua data kepada petugas medis. Ini disampaikan lagi di Kediri Command Center ketika, Wali Kota Kediri itu berbincang dengan Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Ahmad Dahlan.
Kedatangan Zainul dan tim ini untuk mengambil bantuan APD dari Mas Abu untuk RSM Ahmad Dahlan dan RSUD Gambiran. “Untuk seluruh warga Kota Kediri saya mohon, sampaikan semua data ke petugas medis dengan sejujur-jujurnya, keluhannya, pernah singgah di mana saja," pungkas Wali Kota Kediri. (hen)
Editor : Redaksi