klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pupuk Nasionalisme, IJTI Korda Pantura Raya Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih dan Puluhan Buku kepada warga Tuban

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Ketua IJTI Korda Pantura Khusni Mubarok saat membantu salah seorang warga memasang bendera Merah Putih (Kholis/Klikjatim.com)
Ketua IJTI Korda Pantura Khusni Mubarok saat membantu salah seorang warga memasang bendera Merah Putih (Kholis/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tuban – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya membagikan bendera merah putih dan buku tokoh kemerdekaan kepada warga Tuban pada Selasa 6 Agustus 2024.

Diketahui Kegiatan pembagian bendera merah putih dan buku tokoh kemerdekaan ini dilaksanakan di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Menurut Ketua IJTI Korda Pantura Raya Khusni Mubarok, jika dalam perayaan HUT RI ke-79 ini, IJTI Korda Pantura Raya turut membagikan 100 bendera merah putih dan 25 buku tokoh kemerdekaan.

“Tujuannya agar menambah wawasan masyarakat tentang betapa gigihnya para pejuang kemerdekaan Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan,” ujar Barok.

Barok berharap, dengan bacaan positif tersebut, nantinya dapat memupuk rasa cinta tanah air dan semangat kemerdekaan yang telah diperjuangkan mati-matian oleh para pejuang bangsa.

Baca juga: PC PMII Tuban Kritik 43 Anggota DPRD Tuban yang Absen dalam Pembahasan KUA-PPAS APBD 2025
"Kami ingin setiap rumah tidak hanya memasang bendera merah putih, tetapi juga membaca dan memahami buku-buku yang kami berikan. Dengan demikian, semangat kemerdekaan dan nasionalisme akan terus terjaga dan berkembang," imbuhnya.

Sementara itu Ketua RT 01, RW 02, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Untung (53) mengatakan jika ia sangat berterima kasih atas bantuan bendera dan buku yang diberikan oleh pengurus IJTI Korda Pantura Raya. Dan buku-buku tersebut tentunya akan sangat bermanfaat, terutama bagi anak-anak dan generasi muda di desanya.

“Mereka bisa belajar lebih banyak tentang sejarah dan perjuangan bangsa," ujar Untung. (qom)

Editor :