klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Bupati Gresik Hanya 63 Persen Menurut Survei Republic Institute, Elektabilitas Dikejar Penantang

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Peneliti Utama The Republic Institute Sufyanto menunjukkan infografis hasil survei (Dok)
Peneliti Utama The Republic Institute Sufyanto menunjukkan infografis hasil survei (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik - The Republic Institute menggelar survei elektabilitas bakal calon Bupati dan wakil Bupati Gresik pada musim pilkada 2024. Survei yang digelar pada 1-10 Juni 2024 itu menunjukkan, petahana, yakni Bupati Gresik saat ini Fandi Akhmad Yani memiliki elektabilitas yang tak jauh beda dengan penantangnya.

Peneliti Utama The Republic Institute Sufyanto mengatakan, survei dilakukan terhada 800 responden dengan margin of error 3,46 persen. Para responden diminta memilih tiga nama yang menjadi pilihannya dalam pilkada 2024. Tiga nama tersebut yakni Bupati Gresik petahana Fandi Akhmad Yani, Ketua Partai Gerindra Gresik Asluchul Alif dan Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik M Syahrul Munir.

"Hasilnya elektabilitas petahana di angka 39,2%, Alif 31,9�n Syahrul 8,7�n yang masih belum memilih atau tidak tahu di kisaran 20,2%," katanya pada Senin 1 Juli 2024 kemarin.

Sufyanto menjelaskan, temuan ini cukup menarik karena petahana merosot jauh elektabilitasnya bila dibandingkan Desember 2023 lalu. Saat itu Yani masih memimpin 53,7 persen. Sementara, dr Alif saat itu elektabilitas hanya angka 8,1 persen.

"Jika dibanding survei pertama dan kedua, sambung dia, elektabilitas incumbent merosot 16,4%, sementara kompetitornya Alif naik tajam dari 8,1% jadi 31,9%. Sedangkan Syahrul saat itu belum muncul sebagai cabup," beber dia.

Baca juga: Angka Kemiskinan Jatim Turun 0,56 Persen Poin, Menjadi Penurunan Tertinggi se-Pulau Jawa
Sufyanto memberikan penjelasan, kenaikan signifikan elektabilitas penantang petahana dan turunnya elektabilitas Yani dipengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kenerja Incumbent Yani - Aminatun Habibah yang hanya berada di angka 63%. 

"Kinerja Yani sebagai kepala daerah dianggap kurang maksimal, apalagi di sektor infrastruktur dan lapangan kerja, dua itu yang paling disorot dan mempengaruhi elektabilitas Yani yang terus merosot sampai 16 persenan," terangnya.

Peneliti lulusan Universitas Airlangga ini mengungka, kehadiran Syahrul sebagai calon Bupati penantang juga tak bisa dianggap remeh dan bisa menjadi kuda hitam pada Pilkada Gresik 2024. 

Apalagi kata Sufyanto, Syahrul merupakan Ketua Fraksi PKB yang telah ditugaskan oleh DPP untuk turun bersosialisasi kepada masyarakat. Syahrul sendiri baru aktif melakukan sosialisasi sebagai Cabup sejak awal Juni 2024.

"Saat ini elektabilitas Syahrul di angka 8,7 ini sangat besar, padahal baru muncul (awal Bulan Juni) hal itu dipengaruhi karena PKB adalah pemenang Pileg di Gresik dan menguasai kursi DPRD," jelasnya. (qom)

Editor :