KLIKJATIM.Com | Gresik - Rumah Vokasi Kabupaten Gresik bersama PT Smelting menggelar sharing konsep pemagangan terstruktur.
Kegiatan tersebut melibatkan beberapa perwakilan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan digelar di PT Smelting. Beberapa SMK yang iku diantaranya SMK Assa'adah, SMK PGRI, SMK Semen Gresik dan SMKN Cerme.
Direktur Rumah Vokasi Gresik M Choirul Rizal menyampaikan sharing pemagangan terstruktur ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program vokasi.
"Dimana hal tersebut tidak bisa terlepas dari kegiatan praktek kerja lapangan (PKL), praktek kerja industri (Prakerin) dan magang di perusahaan," tutur Rizal.
Dijelaskan, dunia usaha dan dunia industri kerja (DUDIKA) dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Perguruan Tinggi Vokasi perlu membangun sinergi berupa harmonisasi kurikulum, kompetensi kerja dan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan.
"Agar dapat menghasilkan calon tenaga kerja kompeten dan kompetitif yang berdaya saing serta siap kerja sesuai dengan kebutuhan DUDIKA," ujar Rizal.
Baca juga: Presiden Joko Widodo Resmikan Ekspansi Pabrik PT Smelting, Smelter Pertama PTFI di GresikBerkaitan dengan hal tersebut Rumah Vokasi, perwakilan industri dan perwakilan SMK (Waka Humas dan Kurikulum) berdiskusi dan sharing konsep pemagangan tersetruktur untuk dijadikan landasan program pemagangan pelajar SMK dan Mahasiswa Vokasi.
"Konsep ini diharapkan menjadi role mode pemagangan industri," tandas Rizal.
Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Komersial PT Smelting Irjuniawan P Radjamin menyampaikan, PT Smelting sangat terbuka dan mendukung penuh upaya pengintegrasian kurikulum vokasi dengan kebutuhan riil industri.
Pasalnya, dulu kurikulum vokasi masih belum sepenuhnya matching dengan proses kerja industri. Apalagi industri memiliki spesifikasi bidang masing-masing.
"Kami sebagai pelopor industri pemurnian tembaga di Indonesia, sangat terbuka dengan upaya penyelarasan dunia kurikulum pendidikan vokasi dengan industri. Diharapkan lulusan SMK atau perguruan tinggi vokasi menjadi lebih matang, makin siap kerja dan lebih cepat diserap industri," papar Wawan, sapaan akrabnya. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar