KLIKJATIM.Com | Gresik – Lembaga pendidikan swasta di Gresik bisa bernafas lega lantaran hibah yang dijanjikan Pemkab Gresik jadi cair tahun ini.
Informasi cairnya hibah tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Mochammad, setelah mendapat data dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik, kemarin.
"Sudah cair. Total ada sekitar 500 lembaga, anggarannya Rp40 miliar," ujar Mochammad.
Dijelaskan, mekanisme pencairan hibah ke lembaga pendidikan tersebut sudah pada tahap surat perintah pencairan dana (SP2D) yang dikeluarkan oleh Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik yang masuk ke rekening Dispendik. Selanjutnya ditransfer ke penerima hibah.
"Karena swakelola, maka penanggung-jawabnya di dinas," beber Mochammad.
Secara rinci, nilai hibah ke masing-masing lembaga pendidikan tidak sama. Maksimal Rp180 juta, ada sekitar 10 lembaga. Tapi mayoritas di bawah Rp180 juta.
Baca juga: Hibah Fisik Lembaga Pendidikan di Gresik Direalisasikan Desember 2023Mochammad meminta Dispendik Gresik proaktif turun ke bawah memberikan pendampingan kepada penerima hibah agar segera menyelesaikan pekerjaannya dan membuat laporan pelaksanaannya.
"Karena lembaga penerima hibah baru melaksanakan pekerjaan swakelola setelah hibah cair. Makanya, dinas harus proaktif memberikan pendampingan ke bawah agar cepat membuat laporan penggunaan dana hibah itu," tegas politisi PKB itu.
Perlu diketahui, hibah untuk lembaga pendidikan proses pelaksanaannya ada tiga tahap. Tahap pertama total ada 79 lembaga sudah cair. Nilainya Rp8,9 miliar. Selanjutnya, sebanyak 421 lembaga pendidikan untuk pencairan hibahnya ikut di tahap II, dan III.
Untuk tahap II lembaga pendidikan yang tersebar di Kecamatan Menganti, Driyorejo, Wringinanom, Balongpanggang, dan Duduksampeyan.
Sedangkan tahap III tersebar di Kecamatan Benjeng, Bungah, Ujungpangkah, Sangkapura, dan Tambak. Awalnya, total anggaran yang belum cair dari 421 lembaga mencapai sekitar Rp31 miliar. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar