KLIKJATIM.Com | Gresik – Wacana penambahan rombongan belajar alias Rombel SMP Negeri di Gresik yang digulirkan Dinas Pendidikan dilatarbelakangi kurangnya kuota penerimaan siswa baru di sekolah Negeri, Sementara untuk menambah sekolah belum memungkinkan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Herawan Eka Kusuma menerangkan, banyak masyarakat yang mengeluhkan anaknya tidak bisa masuk di Sekolah Negeri, khususnya di wilayah kota Gresik, seperti Kecamatan Kebomas dan Gresik.
"Sementara saat masuk sekolah swasta kan lebih banyak mengeluarkan biaya, dan itu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah tentu kesulitan," ujar dia.
Menurutnya, penambahan rombel ini tidak mempengaruhi sekolah swasta. Mengingat segmentasi pendaftar SMP Negeri dan swasta di wilayah kota berbeda.
Penambahan rombel ini menindaklanjuti evaluasi PPDB tahun 2023 dimana banyak siswa yang tidak masuk sekolah negeri.
"Kalau nambah sekolah baru prosesnya panjang, termasuk lahan. Ini kami coba memaksimalkan jumlah 11 rombel," jelas dia.
Dijelaskan, untuk menambah Rombel di wilayah kota ini Dispendik akan menerapkan skema guru model paralel. Sebab kekurangan guru tidak berlaku di semua sekolah jika rombel ditambah.
"Tapi ini untuk sementara, sambil jalan tentunya kebutuhan guru bertahap akan dipenuhi,” imbuhnya.
Baca juga: Jalur Prestasi PPDB SMP di Gresik Banyak PeminatPihaknya sedang melakukan perhitungan jumlah kebutuhan guru untuk penambahan rombel tersebut. Data pokok pendidikan (dapodik) juga sudah disiapkan.
"Rencana ini tinggal menunggu DPRD kemudian minta persetujuan pusat," katanya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim yang berangkat dari Dapil Gresik - Kebomas menyampaikan, wilayah kota memang sangat diperlukan penambahan rombel dan pagu siswa baru dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) sekolah negeri.
"Sebaiknya Dinas Pendidikan mengevaluasi PPDB dari tahun ke tahun kemudian merumuskan rombel yang sesuai dg minat masyarakat, contoh mungkin di Panceng, Ujungpangkah dan Sidayu itu tidak banyak minat dari masyarakat, kouata itu bisa digeser ke kota," beber Nurhamim. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar