klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ratusan Pedagang Pasar Larangan Sidoarjo Tolak Direlokasi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo - Ratusan pedagang Pasar Larangan, Kecamatan Candi yang selama ini berjualan di halaman depan pasar menolak direlokasi. Mereka beralasan telah menempati lokasi itu tahunan dan sebelumnya telah rutin membayar retribusi.

Saat petugas Satpol PP yang diback up polisi dan TNI datang sekitar pukul 08.00 WIB, ratusan pedagang yang mayoritas emak-emak menghadang dan sempat terlibat aksi dorong dengan petugas, Senin (19/12/2022).

Beberapa dari pedagang terlihat histeris dan menangis. "Saya tidak takut mati, tapi saya takut tidak mendapatkan penghasilan, kalau saya dipaksa pindah keluarga saya makan apa," kata Siti Aizah, pedagang buah.

Hal serupa dikatakan Sunarmi pedagang sayur. "Jumlah pedagang di sini sekitar 200 orang. Nah, kita disuruh pindah ke lahan belakang pasar, padahal disana telah ada pedagang lain dan tinggal menyisakan 50 stan saja. Ukuranya pun sangat kecil," keluhnya.

Ia khawatir bila pindah ke belakang daganganya tidak laku karena lokasinya jauh dari jalan raya. 

Ketua pedagang halaman depan Pasar Larangan  Ahmad Yasin mengatakan, bahwa jumlah pedagang di depan pasar Larangan ini menempati lokasi sudah tahunan. Jumlah pedagang sekitar 200 orang.

"Kami sebenarnya sudah diberikan sosialisasi pemindahan lokasi, namun kami tetap menolak. Karena lokasi yang baru berada di belakang pasar tidak layak," terangnya.

Ia menambahkan, semua pedagang tidak mau dipindahkan lantaran di lokasi yang baru juga sudah ada pedagang lain. Pedagang yang menempati lokasi baru tersebut juga mengancam pedagang depan pasar  Larangan tidak di izinkan menempati lokasi baru. 

"Kita tidak akan bersaing dengan sesama pedagang. Karena di lokasi yang baru tersebut juga sudah ada pedagangnya," imbuhnya. 

Hingga berita ini situois, negosiasi antara perwakilan pedagang dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo masih berlangsung.(mkr) 

Editor :