KLIKJATIM.Com | Gresik— Launching kawasan wisata heritage Gresik Kota Lama (GKL) bertajuk Bandar Grisse menumbuhkan harapan banyak pihak.
Bandar Grisse digadang - gadang menjadi pusat ekonomi baru berbasis pariwisata.
Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik atau biasa disingkat UMG, Nadhirotul Laily, S.Psi., M.Psi memberikan resep agar Bandar Grisse berkembang menjadi kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri.
Baca juga: Begini Rencana Penataan Bandar Grisse, dari Pedagang Hingga Parkiran
Dia menyebut, Bandar Grisse akan tumbuh bila dikelola oleh banyak pihak. Setidaknya ada lima pihak yang harus dilibatkan, konsepnya dikenal dengan pentahelix.
"Komposisinya pemerintah, media, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas," beber Laily, dalam dialog launching Bandar Grisse, Jumat (16/12/2022).
Bagi Laily, unsur media sangat penting dalam mempromosikan kawasan wisata Kota Lama Gresik tersebut. Karena media punya kekuatan mendiseminasikan informasi.
Sementara, untuk menguatkan UMKM yang akan terlibat dalam pengelolaan wisata tersebut, harus didampingi dalam pengembangan manajemennya.
"Karena selama ini, UMKM itu kelemahannya dalam manajemen, baik keuangan maupun manajemen operasional," saran dia.
Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula rencana penyuntikan modal bagi UMKM di Bandar Grisse. Bank Gesik, selaku BUMD milik Pemkab Gresik menyatakan akan menyalurkan fasilitas kredit lunak tanpa agunan.
"Seiring dengan dilaunchingnya Bandar Grisse, kami juga meluncurkan kredit UMKM Bandar Grisse, dimana fasilitas kredit tersebut tanpa agunan dengan plafon Rp3 juta, dan bisa tumbuh sesuai dengan pertumbuhan usaha penerima kredit," papar Dirut Bank Gresik, Al Kusani.
Baca juga: Bandar Grisse Raih Juara II East Java Tourism Award 2021.
Perlu diketahui, Gresik Kota Lama sendiri meliputi Kampung Arab, Kampung Kolonial dan Kampung Pecinan serta Kampung Melayu.
Konsep penataan Kawasan Kampung Arab diharapkan bisa mendorong pengembangan wisata religi yang menjadi satu kesatuan dengan wisata religi Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim.
Selain itu terdapat kawasan Kampung Kolonial yang akan menjadi satu kesatuan dan terintegrasi dengan Kampung Kemasan dan Kampung Arab serta Kampung Pecinan. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar