KLIKJATIM.Com | Jakarta - Bersama 32 BUMN, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyelenggarakan kick off Bakti BUMN untuk Santri. Kegiatan ini meliputi Program Magang Santri dan Program Pesantrenpreneur (Pendidikan Vokasi Pondok Pesantren) di Jawa Timur (Jatim).
Dalam kegiatan ini, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama PT Pegadaian, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo), serta PT PLN (Persero) bertindak sebagai koordinator Program. Adapun kick off dilakukan oleh Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata dan General Manager of CSR SIG, Edy Saraya di Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafi Al Fithrah, Surabaya, pada Rabu (14/9/2022) kemarin.
Menteri BUMN, Erick Thohir menjelaskan, Indonesia saat ini bergerak semakin maju dan menjadi bangsa yang semakin besar. Pada tahun 2030 diprediksi jumlah penduduk Indonesia dengan usia produktif mencapai 64�ri total jumlah penduduk.
Menurutnya, sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia memiliki ribuan pondok pesantren. Para santri dan santriwati diyakini akan turut berkontribusi membawa Indonesia menuju negara maju dan membangun peradaban bagi negara. Serta berani menghadapi tantangan di era dengan perubahan yang sangat cepat seperti sekarang.
Lebih lanjut kata Erick Thohir, para santri dan santriwati harus mampu mengembangkan kapasitas diri di tengah tantangan disrupsi digital. Salah satu bentuk komitmen BUMN untuk terus berkontribusi terhadap ekonomi nasional, yaitu dibuktikan dengan wujud Bakti BUMN. Yaitu melalui inisiasi program magang untuk santri di pesantren.
“Program magang santri ini merupakan kolaborasi yang sukses antara BUMN bersama sejumlah perguruan tinggi dan pesantren dalam meningkatkan kualitas SDM. Langkah ini merupakan persiapan bagi generasi muda menghadapi tantangan pembangunan ke depannya termasuk di sektor digital,” ujar Menteri Erick Thohir dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Kamis (15/9/2022).
Selain itu, Kementerian BUMN juga membuka kegiatan Program Pesantranpreneur tahun 2022. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan berwirausaha agar ponpes menjadi mercusuar peradaban, serta pusat pemberdayaan muslimpreuneur, dengan terwujudnya SDM dari para santri berkualitas sebagai penggerak pemberdayaan industri halal di Indonesia dan internasional.
Program Pesantrenpreneur (Pendidikan Vokasi Pondok Pesantren) yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN ini diikuti oleh 78 pengajar yang berpartisipasi dalam Program Training of Trainer (ToT) pada bulan Mei 2022 lalu. Pengajar berasal dari pondok pesantren di Surabaya, Jember dan Kediri, telah dibekali pengetahuan tentang bisnis terapan yaitu pembelajaran tentang Teknologi dan Rekayasa, Teknologi dan Informasi, Kesehatan, Agrobisnis, Perikanan dan Agroteknologi, Bisnis dan Manajemen, serta Tata Rias dan Tata Boga.
Proses belajar mengajar dalam Program pesantrenpreneur akan berlangsung satu tahun ke depan. Juga diharapkan bisa menjadi bekal para santri untuk menjadi wirausahawan (santripreneur) ketika lulus nanti.
Sementara itu General Manager of CSR SIG, Edy Saraya menjelaskan bahwa saat ini SIG menerima 20 santri magang di perusahaan. Mereka akan belajar mengenai proses bisnis serta metode kerja selama 3 bulan. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu dan pengalaman. Tapi, juga akan mendapatkan sertifikasi magang dari perusahaan.
Edy Saraya menambahkan, SIG juga berupaya membangun masyarakat mandiri dengan melahirkan sebanyak-banyaknya wirausahawan baru melalui Program Pesantrenpreneur (Pendidikan Vokasi Pondok Pesantren). “Ada 26 pondok pesantren yang pengajarannya mengikuti program Training of Trainer (ToT). Saat ini mereka mulai mengajarkan ilmu yang didapat kepada santri masing-masing. Setiap pondok pesantren setidaknya mempunyai 15 santri untuk dididik, sehingga sedikitnya ada 390 santri yang akan diharapkan untuk menjadi wirausahawan,” ujar Edy Saraya.
Salah satu pengajar dari pondok pesantren Assalafi Al Fithrah, Sudarsono berharap ilmu yang diperoleh selama mengikuti ToT dapat bermanfaat untuk para santri. ”Kami berharap nantinya para santri memiliki skill tambahan, selain ilmu agama tentunya. Semoga mereka nanti bisa merintis usaha sendiri serta membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujarnya. (nul)
Editor : Redaksi