klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kasus Es Krim Asap di Ponorogo, Ahli Menduga Dicampur Bahan Kimia Lain

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kepala Program Studi Farmasi pada Akademi Analis Farmasi dan Makanan Sunan Giri, Nasruhan Arifianto. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)
Kepala Program Studi Farmasi pada Akademi Analis Farmasi dan Makanan Sunan Giri, Nasruhan Arifianto. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJAIM.Com | Ponorogo - Kasus ledakan jajanan es krim asap, yang di dalamnya terdapat kandungan nitrogen sehingga mengakibatkan seorang anak di Ponorogo terbakar sepertinya tetap perlu ada pendalaman. Sebab dirasa ada yang janggal pada kandungan jajanan tersebut.

"Nitrogen kalau digunakan hampir tidak mungkin sampai membakar," ujar Kepala Program Studi (Kaprodi) Farmasi, Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Sunan Giri, Nasruhan Arifianto, Kamis (14/6/2022). 

Dia menduga kemungkinan bukan nitrogen murni. Kemungkinan ada campuran lainnya sehingga bisa meledak. 

"Kalau nitrogen murni asap untuk meledak kecil, mustahil. Tambahan zat kimia lain mungkin bisa," katanya. 

Menurutnya, untuk di Indonesia baru pertama kali terjadi. Adapun di luar negeri ada. Hanya saja bukan meledak karena panas. Pun terlalu dingin minus berapa ratus derajat. Bisa melukai tubuh. 

Lebih lanjut dia menuturkan, mengkonsumsi gas nitrogen sebenarnya tidak berefek. Hanya saja, jika dihirup bisa menyebabkan gangguan pernapasan.

"Terus menerus berbahaya sesak napas. Terkait berita medsos (media sosial), kulit bengkak, melepuh tidak benar. Karena tubuh ada respon tiba-tiba melepuh itu alergi," pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahsan Farid Trisnanto, warga Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, terkulai lemas di ruang perawatan anak di Rumah Sakit Umum (RSU) Muslimat Ponorogo. Kondisi tubuh bocah TK berusia 5,5 itu dibalut dengan perban, karena terbakar akibat ledakan jajanan es krim asap yang dibelinya. (nul)

Editor :