KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Seorang bayi yang baru dilahirkan ditemukan di bawah jembatan dekat pabrik gula di Desa Watutulis, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Bayi tersebut merupakan anak dari pasangan remaja yang belum menikah WFS (16) dan RPA (16), keduanya warga Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Beruntung bayi hasil hubungan gelap tersebut bisa diselamatkan, namun kedua orang tuanya kini berurusan dengan polisi.
[irp]
Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Purwanto kepada wartawan menjelaskan, sebelum membuang bayinya, WFS melahirkan bayi tersebut di dalam kamar mandi rumah neneknya, Selasa (24/3/2020) siang. Proses kelahiran bayi dilakukan tanpa melibatkan petugas medis, baik bidan atau dokter.
Menurut pengakuan yang laki-laki, pacarnya menelpon dirinya pukul 09.00 dan mengabarkan kalau perutnya mules seperti hendak melahirkan. Kemudian RPA datang ke rumah WFS dan membantu kelahiran bayi. “Setelah lahir, bayi diberi pakaian dan dibalut plastik. Lalu dibungkus dengan kain dan diletakkan dalam karung. RPA selanjutnya diajak membuang bayi," kata kapolsek.
[irp]
Sebelum membuang bayi, keduanya sempat bertengkar. Sebab, RPA menolak ajakan pacarnya dan berniat membawa pulang bayi itu ke rumahnya. Namun, WFS menentangnya. Gadis 16 tahun itu bersikeras bayi harus dibuang. "Alasannya takut ketahuan kakeknya," paparnya.
Kemudian Pukul 11.00, WFS membonceng RPA menuju jembatan Desa Watutulis, Prambon. Sampai di lokasi, RPA membuang bayinya dan balik ke rumah. Namun sesampai di rumah, WFS sakit mengalami pendarahan hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit inilah keduanya dicecar pertanyaan karena pendarahan yang terjadi akibat proses persalinan.
[irp]"Kemudian pihak rumah sakit menghubungi pamong desa dan diteruskan ke Polsek Balongbendo. Akhirnya kedua remaja tersebut kami interogasi dan mengaku membuang bayinya di bawah jembatan di Desa Watutulis, Kecamatan Prambon," kata Kompol Sugeng.
Di tempat itu, polisi berhasil mendapatkan bayi yang dibuang. Kondisinya masih Hidup. Kapolsek Prambon AKP Sumarsono menuturkan kasus itu masih didalami. Petugas memeriksa sejumlah saksi dan dua pasangan tersebut. (jtm/hen)
Editor : Redaksi