klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Di Surabaya, Cangkruk di Kafe Dibubarkan Polisi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Langkah pemerintah mengurangi kerumunan massa tidak main-main. Di Surabaya, sejumlah tempat yang dipenuhi pengunjung dan massa dibubarkan oleh polisi. Mereka diminta membubarkan diri atau pulang ke rumah karena kerumunan tersebut berpotensi atau menyebarkan virus.

[irp]

Kegiatan razia kerumunan massa salahsatuny dilakukan tim gabungan Polsek Genteng Koramil dan Satpol PP serta Linmas Kota Surabaya. Mereka mendatangi sejumlah kafe yang ada di Jl Kayun Surabaya. Di kawasan ini memang banyak warung kopi, kafe dan rumah makan yang masih dikerubuti pengunjungnya, Tidak hanya pengunjung biasa, namun juga ada keluarga lengkap orang tua dan anak sedang menikmati makanan.

Kapolsek Genteng Kompol Anggi Saputra mengatakan, kegiatan ini serentak dilakukan oleh jajaran polsek-polsek di Polrestabes Surabaya dalam mengantisipasi penyebaran virus COVID-19. Polisi dibantu oleh koramil dan Satpol PP Kecamatan Genteng.

[irp]

"Mengimbau kepada seluruh warga yang berkumpul untuk kembali ke rumah masing-masing. Tujuannya untuk memutus mata rantai berkembangnya virus COVID-19," kata mantan Kasatlantas Polres Gresik ini.

Anggi menambahkan pihaknya juga meminta maaf kepada pengusaha dalam razia ini karena kegiatan ini semata-semata untuk menjaga kepatuhan terhadap imbauan pemerintah dan Kapolri dalam pencegahan penyebaran virus COVID-19.

Hal serupa sebelumnya juga dilakukan Kapolsek Wiyung Kompol M Rasyad. Bersama anggotanya, Kapolsek Wiyung membubarkan kerumunan massa yang sedang menikmati makanan dan minuman di sebuah warkop di Jl Wiyung. Aksi pembubaran pengunjung kafe itu sempat viral videonya di sebuah medua sosial.

[irp]

"Video itu, saat saya dan anggota memberikan imbauan di Cafe Break, Jalan Raya Wiyung-Menganti, tepatnya di depan Graha Sampoerna, Wiyung. Imbauan itu kami lakukan pada pukul 00.30 WIB," katanya.

Rasyad mengemukakan, saat itu jumlah pengunjung kafe sekitar 200-an orang. Saat itu pihaknya memberi waktu pengunjung sekitar 10 hingga 15 menit untuk membayar dulu sebelum pulang.(red/hen)

Editor :